Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Gelar Rapat Terbatas, Presiden SBY Ingin Caleg dan Capres Bebas Ancaman

* Menko Polhukam : Penembakan di Aceh Bukan Ancaman Pemilu Secara Nasional, * Posko caleg Istri Wali Kota Dilempari Bom Molotov
- Rabu, 05 Maret 2014 22:54 WIB
964 view
Gelar Rapat Terbatas, Presiden SBY Ingin Caleg dan Capres Bebas Ancaman
SIB/Int
Presiden SBY Gelar Rapat Terbatas
Jakarta (SIB)- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat terbatas soal pemilu. Presiden meminta supaya para caleg yang akan mengikuti pemilu 2014 bebas dari ancaman.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Kepala BIN Marchiano Norman, Kapolri Jenderal Sutarman, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi dan pejabat lainnya. Rapat diselenggarakan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/3/2014).

"Caleg-caleg dan capres harus bebas dari ancaman, agar mereka bisa menyampaikan visi misi dan debat tanpa mengesampingkan hak-hak orang lain. Masing-masing menjaga keamanan dan keselamatan, sehingga nanti dalam proses demokratisasi itu dapat bebas dari ancaman, aman," kata Djoko Suyanto menyampaikan pesan dari Presiden SBY.

Djoko menjelaskan, Presiden juga meminta Polri fokus untuk melakukan pengamanan pemilu. Selain itu, Presiden meminta seluruh jajarannya agar masyarakat mau berpartisipasi pada pemilu 2014 nanti.

"Beliau mengatakan, aparat keamanan dititikberatkan ke polisi. Dari minggu depan kampanye, pemungutan suara dan pasca pemungutan suara. Ini yang jadi tugas aparat keamanan," ujar Djoko.

Kepada intelejen negara, Presiden meminta agar selalu diberikan informasi terkait kondisi keamanan. BIN diminta presiden untuk membantu pengamanan yang dilakukan oleh Polri.

"BIN mendukung pengamanan ini untuk mengupdate info-info yang ada di lapangan," ucap Djoko.

Bermotif Politis
Kapolri Jenderal Sutarman menyebut penembakan caleg bernama Faisal di Nanggroe Aceh Darussalam bernuansa politik. Motif penembakan juga bersifat politis.

"Iya politis, konsultasi politik dan gangguan memang sudah meningkat," ucap Sutarman di Kantor Presiden, Selasa.

Sutarman juga menyebut kemungkinan pelaku berasal dari partai kompetitor. "Iya itu dari partai, (antar) pendukung," imbuhnya.

Hingga menjelang pemilu 2014, Sutarman mengatakan sudah ada 5 peristiwa yang terkait dengan politik. Dia mengatakan sebagian pelaku sudah teridentifikasi.

“Saya sebut tadi ada 5 peristiwa, pelemparan, ada tempat lain ada 5. Yang 1 sudah terungkap, yang lain sudah teridentifikasi, tapi belum terungkap," ucapnya.

Peristiwa yang menimpa Faisal terjadi saat melintas dengan kendaraannya di kawasan Gunung Genting Mancang, Desa Ladang Puha kecamatan Moukek, Aceh Selatan, Minggu (2/3) kemarin malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Faisal diberondong peluru oleh orang tak dikenal dan tewas di lokasi.

Bukan Ancaman
Caleg asal partai NasDem, Faisal, diberondong peluru di Aceh. Menko Polhukam Djoko Suyanto, menanggapi peristiwa penembakan di Aceh itu bukan ancaman pemilu secara nasional.

"Enggaklah, inikan hanya satu spot, kalau itu terjadi di seluruh Indonesia baru mengancam Pemilu. Pemilu saja belum," kata Djoko di Istana Negara, Selasa.

Djoko mengatakan saat ini pihak kepolisian sedang mencari pelaku penembakan tersebut. Dia berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi di provinsi mana pun.

"Sedang diusut tidak boleh terjadi, di manapun tidak boleh terjadi," ujarnya.

Djoko juga menambahkan sampai saat ini semua proses pengamanan pemilu di seluruh provinsi tidak ada yang khusus. Belum ada penanganan khusus keamanan pemilu di daerah konflik seperti Aceh dan Papua.

Dilempari Bom Molotov
Posko Caleg Demokrat Aliyah Mustika yang juga istri Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, yang berada di Jalan Abubakar Lambogo, dilempari bom molotov. Untung api mudah dipadamkan sehingga tidak menyebabkan kebakaran lebih parah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00, Selasa (4/3). Belum diketahui pelaku pelemparan bom molotov di posko yang terletak di depan rumah warga.

Aparat kepolisian dari Polsek Makassar yang datang ke TKP sekitar pukul 04.00 Wita melakukan pemeriksaan atas saksi-saksi yang menyaksikan aksi penyerangan posko caleg untuk DPR RI ini. Dari keterangan saksi-saksi di sekitar TKP, pelaku berjumlah 2 orang dengan berboncengan sepeda motor dan menggunakan helm full-face. Ditemukan barang bukti botol dengan sumbu yang tidak jadi terbakar.

Ilham Arief Sirajuddin yang juga Ketua DPD Demokrat Sulsel mengaku tidak mengetahui motif penyerangan posko pendukung istrinya.

"Kira-kira apa motif penyerangannya, kami tidak tahu, apakah mereka takut kehilangan suara di Makassar ataukah ada motif lain," ujar Ilham.

(detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Tokyo(harianSIB.com)Gempa bumi kuat mengguncang pulau Hokkaido di Jepang utara, Senin (27/4/2026) pagi. Ini menjadi gempa terbaru dalam sera