Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Dua Pembalak Hutan di Riau Mengaku Baru Kerja Dua Bulan

- Senin, 10 Maret 2014 11:06 WIB
282 view
Dua Pembalak Hutan di Riau Mengaku Baru Kerja Dua Bulan
Jakarta  (SIB)- Dua orang P (25) dan J (38) diamankan tim Satgas Tanggap Darurat di lahan konservasi cagar biosfer saat bekerja mengangkut kayu. Mereka mengaku hanya pekerja, buka pemodal.

Keduanya tak menyangka kalau harus berurusan dengan pihak aparat. Mereka diamankan di kawasan cagar biosfer lantas dibawa ke posko Tanggap Darurat di Markas TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (9/3/2014).

Dalam perbincangan, P yang masih lajang mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui soal status kawasan cagar biosfer.

"Saya cuma kerja menarik kayu dari kanal untuk dibawa ke ujung jalan. Saya nggak ikut nebang hutan," kata P.

Pengakuan yang sama juga disampaikan, J (38) ayah dari 5 orang anak. Dia mengaku baru 2 bulan bekerja penarik kayu dari kanal seperti rekannnya P.
"Sebelumnya saya kerja di perkebunan sawit milik warga. Tapi belakangan pemilik kebun tak lagi membutuhkan tenaga saya," kata.

Putus bekerja lantas J diajak rekannya bekerja untuk menarik kayu di kanal dengan kapal. J tidak terlibat dalam aksi penebangan kayu dalam hutan.

"Saya hanya bekerja bawa kapal untuk narik kayu. Kayu itu milik Pak Udin. Kami hanya dibayar Rp125 ribu / ton. Itu upah kotor, karena kami harus nanggung biaya makan dan minyak kapal sendiri," kata J.

"Uang hasil bekerja narik kayu inilah, buat biaya anak sekolah. Saya sama sekali tidak terlibat perambahan hutan, karena saya cuma buruh angkut," kata J.

"Kalau mau tangkap, mestinya Pak Udin karena dia toke kami. Dia yang nyuruh kami kerja. Tidak susah mencari rumah Pak Udin, karena kami satu desa, dan di rumah Pak Udin tampak jelas ada gudang kayu. Kenapa kami yang harus jadi korban," kata J.

J kini merasa sedih. Karena sejak ditangkap, anak istrinya belum mengetahui kalau dirinya berurusan dengan aparat. "Saya tak punya HP," katanya lirih.

"Saya kerja hanya untuk biaya makan dan anak-anak saya sekolah. Sampai sekarang saya tidak pernah memotong satu batang kayupun di lokasi itu. Karena saya hanya bekerja tukang langsir kayu pakai kapal," kata J.

Saat dilakukan penggerebekan, P dan J memang tidak melarikan diri. Sementara kawan-kawan mereka yang merambah hutan alam langsung kabur mengatahui ada aparat. P dan J tidak kabur, karena merasa hanya sebagai pelangsir kayu di kanal. (Dtc/w)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Tokyo(harianSIB.com)Gempa bumi kuat mengguncang pulau Hokkaido di Jepang utara, Senin (27/4/2026) pagi. Ini menjadi gempa terbaru dalam sera