Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Larangan BBM Subsidi Lebih Cocok untuk Mobil Besar

- Kamis, 08 Mei 2014 13:05 WIB
543 view
 Larangan BBM Subsidi Lebih Cocok untuk Mobil Besar
SIB/ANTARA FOTO/Rudi Mulya/ed/pd/14
PANEN BUAH BENGKOANG: Petani memanggul buah Bengkoang (Pachyrhizus erosus) hasil panen di lahan perkebunan Bengkoang kawasan Kayenkidul, Kediri, Jawa Timur, Rabu (7/5). Buah bengkoang hasil panen wilayah tersebut didistribusikan ke sejumlah Pabrik di wila
Jakarta (SIB)- Penjualan low cost green car (LCGC) yang diperkirakan menembus angka 120.000 unit tahun ini membuat pemerintah khawatir konsumsi BBM bersubsidi membengkak. Akibatnya, pemerintah berencana membedakan ukuran mulut tangki LCGC agar tak bisa lagi diisi dengan bahan bakar minyak bersubsidi.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, penghematan subsidi BBM lebih efektif jika pembatasan ini dilakukan pada mobil berkapasitas mesin besar. "Sebenarnya yang lebih penting mobil yang cc-nya besar ya, kan lebih boros itu," kata Budi di Kementerian Perindustrian, Selasa (6/5).

Budi mengatakan untuk penyesuaian nozzle dan mulut tangki LCGC, saat ini sedang dihitung secara teknis ukurannya. Budi mengatakan para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sudah siap mengubah ukuran mulut tangki. "Mereka sudah siap. Biasanya perlu waktu empat bulan saja untuk menyiapkan produksi," ujar Budi.

Pada 2013, industri otomotif Indonesia telah menghasilkan 52.000 unit LCGC dan ditargetkan bertambah menjadi 150.000 unit tahun ini. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta agar pemilik LCGC tak menggunakan BBM bersubsidi karena mobil murah ini sudah mendapat banyak insentif fiskal. (Tempo.co/f)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru