Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Potensi Kekayaan Laut Indonesia Hanya Tergali 2 Persen

- Jumat, 09 Mei 2014 11:52 WIB
319 view
  Potensi Kekayaan Laut Indonesia Hanya Tergali 2 Persen
Jakarta (SIB)- Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menyatakan bahwa luas indikatif potensi lahan budi daya laut nasional mencapai 4,58 juta. Namun, baru sekitar 2 persen di antaranya yang telah dimanfaatkan.

"Ini merupakan tambang emas yang belum tergali," kata Sharif melalui siaran pers, Kamis, 8 Mei 2014. Menurut Sharif, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara intensif terus berupaya mengembangkan kawasan budi daya laut atau marikultur. Sebab, komoditas budi daya laut mempunyai nilai ekonomis tinggi. "Permintaan komoditas marikultur cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.

Sharif menjelaskan, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi area pengembangan budidaya laut sangat potensial. Dengan luas mencapai 2.642 hektare dan tingkat pemanfaatannya sampai tahun 2011 baru mencapai 115,03 hektare, menjadi peluang bagi para penggiat perikanan khususnya di Provinsi NTB.

Menurut Sharif, potensi marikultur ini perlu diperkenalkan kepada investor dengan konsep usaha industri budi daya laut yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal ini akan mendorong pertumbuhan dan pergerakan ekonomi serta pemberdayaan masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil. "Sehingga peran pemerintah khususnya pemerintah daerah sangat diperlukan dengan memberikan kemudahan terhadap akses investasi pada sektor ini," tuturnya.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui bahwa hasil laut Indonesia berupa ikan dan udang merupakan salah satu komoditas ekspor utama. Tahun lalu, nilai ekspornya mencapai US$ 2,85 miliar. Dalam triwulan pertama tahun ini, ekspornya sudah mencapai US$ 735,8 juta atau naik 22,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Ini harus terus kita dorong," ujarnya. (Tempo.co/ r)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 9 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru