Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

PT RNI Rintis Bisnis Plasma Sapi di Tiga Kabupaten

- Jumat, 09 Mei 2014 11:52 WIB
433 view
  PT RNI Rintis Bisnis Plasma Sapi di Tiga Kabupaten
Jakarta (SIB)- PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) semakin menguatkan usahanya dalam sektor peternakan sapi. Salah satunya yang segera dilakukan dalam waktu dekat adalah program peternakan sapi dengan berbasikan pengolahan oleh masyarakat.

"Plasma sapi ini akan kami rintis untuk tiga daerah, yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Lombok Praya," kata Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro saat ditemui di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis, 8 Mei 2014.

Ismed mengatakan peternakan sapi yang akan diplasmakan ini memiliki kapasitas yang cukup besar. Di Indramayu kapasitasnya  20 ribu ekor, di Subang 10 ribu ekor, dan 5 ribu ekor di Lombok. "Itu potensi yang besar bagi masyarakat kalau satu orang saja diberi tujuh ekor sapi. Misalnya di Subang itu lebih dari 5.000 warga akan dilibatkan menjadi plasma," ujarnya.

Kendati melibatkan petani plasma, ada yang berbeda dari tata kelola bisnis ini. Petani plasma sapi nantinya tidak boleh membawa sapinya pulang ke rumah. Pertimbangannya, selain untuk menjamin keamanan sapi, kondisi berat tumbuh dan kualitas daging sapi juga tetap baik. "Perbankan sudah minta agar pengamanan dan jaminan sapi difasilitasi oleh RNI. Jadi nanti sistemnya hanya bagi hasil," ujarnya.

Untuk itu, perusahaan telah mempersiapkan sejumlah infrastruktur yang berkaitan dengan keperluan peternakan sapi tersebut, termasuk kandang. "Semua infrastruktur alokasi dari kami dan sudah siap. Tinggal mencari masyarakat yang siap menjadi plasma, lalu bisnis ini kami mulai," ujarnya.

Menurut Ismed, perusahaan telah merogoh dana hingga Rp 78 miliar untuk berinvestasi di tiga lokasi ini. "Investasi tersebut terus berputar dan akan kami tingkatkan Rp 100-150 miliar untuk sapi impor," ujarnya. (Tempo.co/ r)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 9 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru