Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

280 Ribu Orang Berhenti Jadi Petani, Mentan Suswono: Malah Senang

- Jumat, 09 Mei 2014 11:53 WIB
854 view
 280 Ribu Orang Berhenti Jadi Petani, Mentan Suswono: Malah Senang
Ilustrasi petani
Jakarta (SIB)- Jumlah tenaga kerja sektor pertanian turun 280.000 orang (0,68%) selama periode Februari 2013-Februari 2014. Ini menurut data Badan Pusat Statistk (BPS). Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menilai kondisi ini positif. Kok bisa?

Menurut Suswono, jumlah lahan pertanian di Indonesia makin sempit, sehingga sudah wajar bila jumlah petani berkurang.

"Saya kira malah bagus kalau menurut saya pertanian ini kan justru rasio antara petani dengan lahan ini kan makin sempit. Justru kalau jumlah petaninya malah berkurang ini malah akan bagus. Artinya rasio lahan dan petani akan meningkat," kata Suswono usai rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (78/5).

Bahkan Suswono mengatakan, kondisi ini tidak berbahaya untuk sektor ketahanan pangan dalam negeri. Karena sekarang ini, satu petani di Indonesia hanya menggarap lahan seluas 500 meter persegi, sehingga usaha menjadi petani tidak ekonomis. Idealnya, satu petani memiliki 2 hektar lahan pertanian.

"Jadi memang reformasi agraria ke depan harus menjadi bagian dari penyelesaian itu, sehingga rasio antara petani dan lahan itu semakin luas. Di negara-negara maju jumlah petani itu tidak lebih dari 4%. Lah kita masih 32%. Ini masih terlalu besar. Jadi kalau terjadi penurunan saya malah senang," papar Suswono.

Makin berkurangnya jumlah petani ini, kata Suwono, bisa membuat jumlah lahan yang digarap oleh petani di Indonesia makin luas. Dia mengaku khawatir bila jumlah petani tidak berkurang di tengah lahan pertanian yang terus berkurang.

"Karena persoalan utama masalah lahan harus diselesaikan. Artinya akses terhadap lahan mau tidak mau petani harus diberikan, agar ada tambahan itu," jelas Suswono.

Dia menjelaskan, pengurangan lahan pertanian di Indonesia tiap tahun mencapai 60 ribu hektar. Masalah lahan ini yang menurutnya malah mengancam ketahanan pangan Indonesia ke depan.

"Idealnya satu kepala keluarga petani itu punya 2 hektar, sekarang kan 0,3 hektar. Sampai kapan pun petani tidak akan sejahtera," jelas Suswono.(dtf/ r)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 9 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru