Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Survei: 94% Bankir Khawatir Kredit Macet

- Kamis, 02 Maret 2017 19:52 WIB
226 view
Jakarta (SIB)- PricewaterhouseCoopers (PwC) mencatat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) masih menjadi kekhawatiran utama bagi para pemimpin industri perbankan di Indonesia.

"Sensitivitas terhadap risiko kredit berada pada tingkat tertingginya sejak kami mulai mengadakan survei di 2010," kata Financial Services Industry Leader PwC Indonesia David Wake di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (1/3).

Menurut survei perusahaan audit asal Amerika Serikat tersebut, hampir 94 persen bankir mempercayai kenaikan NPL masuk dalam tiga tantangan tertinggi untuk 2017.

"Dibandingkan 2015 sebesar 67 persen dan 49 persen di 2014. Lebih dari sepertiga belum bisa memutuskan," tuturnya.

Meski menjadi kecemasan utama, hampir separuh bankir mengharapkan penurunan kredit bermasalah di 2017. Di antaranya, 69 persen responden bank lokal dan 28 persen bank asing.

Survei tersebut diikuti oleh 58 eksekutif perbankan senior di Indonesia. Lebih dari 90 persen responden adalah CEO, Wakil CEO atau anggota Dewan Direksi maupun Komisaris di bank-bank BUMN, Bank Syariah, Bank Daerah, Bank Asing, Bank Joint Ventures dan lain-lain. Secara kolektif mereka mewakili 87 persen aset perbankan di Indonesia. (A18/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru