Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 21 April 2026

Kaper BI Sumut, Wakil Wali Kota Medan dan Petani Panen Bibit Bawang Merah di Medan Marelan

- Jumat, 07 April 2017 18:20 WIB
1.007 view
Kaper BI Sumut, Wakil Wali Kota Medan dan Petani Panen Bibit Bawang Merah di Medan Marelan
SIB/Nelly Hutabarat
PANEN: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Arief Budi Santoso bersama Wakil Wali Kota Medan Ir Ahyar memegang hasil panen bawang merah di Rengas Pula Kecamatan Medan Marelan, Kamis siang (6/4).
Medan (SIB) -Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Arief Budi Santoso bersama Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karunia Rengas Pulau panen bibit bawang merah di Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, Kamis (6/4).

Dalam panen itu turut didampingi Kepala UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Medan Muslim, Ketua Kelompok Tani Karunia Rengas Kecamatan Medan Marelan Sutikno dan para petani di daerah itu.

Saat ini luas tanaman bibit bawang bawang di sana mencapai 2.800 meter persegi dengan 4 kelompok tani

Mereka panen di mana saat ini harga bawang merah cenderung stabil di kisaran Rp26.000-Rp32.000 per Kg. Kepala BI Sumut Arief Budi mengatakan, kontribusi bawang merah terhadap inflasi tahunan Provinsi Sumut posisi Maret 2017 adalah 0,22%. Sisi lain bawang impor banyak.

Oleh sebab itu, pihaknya pada tahun 2013 memfasilitasi pengembangan Klaster bawang merah di Kecamatan Medan Marelan yang potensi lahan dan kapasitas petani mumpuni.

Disebutnya, ada beberapa kelompok tani yang menanam untuk penangkaran bibit antara lain Kelompok Tani "Karunia Rengas Pulau", "Karya Maju", "Sepakat" dan "Maju Jaya".

Saat ini luas tanaman bibit bawang merah di sana mencapai 2.800 meter persegi dengan 4 kelompok tani.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution memberi apresiasi pada BI yang peduli terhadap petani khususnya menggalakkan tanaman bawang merah dan juga cabai merah karena dua komoditi ini selalu berpotensi menyebabkan inflasi.

"Pengembangan pertanian bawang ini penting agar tidak terjadi gejolak harga yang berdampak pada perekonomian," kata Akhyar.

Disebutnya, petani di kawasan Medan Marelan sudah pernah panen bawang merah. Pengetahuan mereka ini setelah studi banding bersama BI ke Brebes.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karunia Rengas Pulau Sutikno mengatakan, prospek usaha penangkaran bawang merah sangat menjanjikan. Banyak petani yang pesan bibit untuk bawang merah. Bahkan Nias meminta 7 ton bibit dari kami, ujarnya.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan Muslim SSos MSc mengharapkan kerjasama dengan BI terus berlanjut.

Potensi bibit bawang merah di Medan cukup menjanjikan. "Kami ingin tetap bekerjasama dengan BI," katanya.

Kepala BPSB Sumut Ir Julia Ernawati Hutahaean mengatakan selain bawang Brebes, sebaiknya petani juga membudidayakan bawang merah varitas Samosir yang rasanya enak dan lebih pedas.

Yang dipanen di Marelan yakni bibit bawang dari Brebes dengan ukuran besar.

Sedangkan bawang merah yang dihasilkan Samosir ukurannya kecil. Dulu tahun 80 han varitas digunakan Varitas Medan, namun sebutannya tetap bawang Samosir.

Diakuinya, produksi bawang merah Samosir saat ini sangat minim karena terbatasnya bibit.

Tahun 2017 kata Julia, pihaknya akan melakukan pemurnian varitas yang berlabel. Jadi semua kabupaten/kota dapat menggunakannya. (A2/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru