Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Sempat Disetop, Kopi Luwak Kembali Dijual di Harrods London

- Kamis, 05 Juni 2014 14:22 WIB
394 view
 Sempat Disetop, Kopi Luwak Kembali Dijual di Harrods London
Jakarta (SIB)- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi melakukan diplomasi dagang di London, Inggris. Hasil kunjungan tersebut memberikan perkembangan terbaru soal penetrasi produk-produk Indonesia ke pasar Eropa termasuk produk kopi luwak.

Pertokoan bergengsi di London “Harrods” telah kembali menjual kopi luwak dari Indonesia. Sebelumnya, Harrods sempat menghentikan penjualan kopi luwak akibat tekanan aktivis kesejahteraan hewan. Namun, setelah difasilitasi untuk berkunjung ke Indonesia dan Harrods memilih berkunjung ke Takengon, Aceh, serta melihat sendiri proses produksi, Harrords kini telah menjual lagi kopi luwak Indonesia.

"Penjualan kopi luwak Indonesia di Harrods memang belum terlalu banyak, hanya beberapa kuintal per bulan, namun hal ini telah memberi posisi yang positif bagi produk Indonesia,” jelas Bayu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/6).

Harrods merupakan ikon wisata belanja dunia yang setiap bulannya di kunjungi 1,4 juta orang. Lokasi belanja ini juga terkenal menjual produk segmen atas dengan standar mutu yang ketat.

Selain itu, beberapa produk kayu olahan asal Indonesia seperti produk pintu kayu asal Semarang dan Kudus, Jawa Tengah mampu menembus pasar London, Inggris. Produk tersebut memenuhi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sehingga bisa diterima di negara-negara di Benua Eropa termasuk Inggris.

“SVLK sudah mulai menunjukkan dampak positif terhadap ekspor produk kayu Indonesia. Salah satunya adalah peningkatan ekspor pintu kayu dari Semarang dan Kudus," ungkap Bayu.

Menurut Bayu, hingga akhir tahun 2013, ekspor pintu kayu Indonesia ke London mencapai 10.000-13.000 pintu per minggu. Setelah SVLK diakui Uni Eropa di tahun 2014, ekspor pintu kayu hingga Mei 2014 meningkat menjadi 13.000-15.000 per minggu. Ekspor pintu kayu bahkan diproyeksikan akan mencapai 20.000 pintu per minggu di awal tahun 2015.

“Menurut importir kayu yang kami temui di sana, satu dari tiga pintu yang dijual di London itu buatan Indonesia," imbuhnya.

Dijelaskan Bayu, produk-produk furnitur Indonesia terutama yang dibuat di kota Jepara dan Semarang dapat ditemui dengan mudah di toko-toko furnitur terkemuka Inggris.

Di kota london, pertumbuhan permintaan terhadap produk furnitur Indonesia mencapai 15%-20%. Nilai ini diproyeksikan akan naik 50% dalam 1-2 tahun ke depan, antara lain karena reputasi Indonesia yang membaik dengan adanya SVLK.

Diplomasi dagang ini juga berhasil memperoleh buyer untuk produk-produk kelapa Indonesia, khususnya air kelapa, santan, dan produk kelapa lain. Rencana pembelian oleh importir Inggris tersebut tidak hanya untuk memenuhi pasar di Inggris, tetapi juga untuk pasar Eropa secara keseluruhan. (detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru