Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Mendag Lutfi Pastikan Lonjakan Harga Daging dan Telur Ayam Hanya Sementara

- Jumat, 06 Juni 2014 12:05 WIB
392 view
Mendag Lutfi Pastikan Lonjakan Harga Daging dan Telur Ayam Hanya Sementara
Jakarta (SIB)- Harga daging dan telur ayam beberapa pekan terakhir mengalami tren kenaikan harga yang signifikan. Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag) harga daging dan telur ayam terus bergerak naik sejak minggu ke-3 April 2014.

Harga daging dan telur ayam di minggu ke-3 April 2014 masing-masing mencapai Rp 17.258/kg dan Rp 14.925/kg. Sedangkan minggu ke-4 bulan Mei harga kedua produk tersebut masing-masing mencapai Rp 28.826/kg dan Rp 19.640/kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan tren kenaikan harga ini hanya sementara. Ia meminta masyarakat tidak panik sehingga ditakutkan terjadi spekulasi harga oleh pedagang.

"Saya lihat naiknya 8% dan 6% untuk daging dan telur ayam dan menyebabkan inflasi juga 0,6%. Tetapi ini hanya sementara," kata Lutfi saat ditemui di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (5/6).

Salah satu penyebab tingginya harga daging dan telur ayam saat ini adalah karena kebijakan yang dikeluarkan Kemendag. Kemendag telah mengeluarkan surat edaran pertengahan April 2014 lalu untuk membatasi peredaran anak ayam umur 1 hari (Days Old Chick) sebesar 15%.

"Kenaikan harga ini by design dari Kementerian Perdagangan. Kalau tidak maka akan terjadi kebangkrutan massal baik dari itu peternak mandiri dan industri karena terjadi lagi over supply. Kebutuhan ayam kita per minggu itu 40 juta ekor supply 46 juta. Setiap ayam yang dijual petani ruginya masif jadi ini siklus 3-5 tahun sekali. Kita tidak mau kejadian lagi seperti ini," tuturnya.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah ingin mengatur harga daging dan telur ayam yang menguntungkan bagi peternak dan konsumen tidak terlalu dirugikan.

"Kita jaga biasanya harga naik sebelum Puasa, saat Puasa turun, setelah Puasa anjlok lagi. Ini yang kita jaga. Kita mau ini semua ada pengertian yang baik antara peternak, industri kita mau ada komunikasi yang baik. Kita ingin jaga kalau naik tidak gila-gilaan dan kalau anjlok juga sama," jelasnya.

Harga Bawang Merah Melonjak


Mendag menegaskan stok bawang merah di dalam negeri masih terjaga. Sehingga opsi untuk membuka impor bawang merah belum perlu.

Lutfi mengakui ada kenaikan harga bawang merah yang cukup signifikan. Dari minggu ke-4 Mei 2014 hingga saat ini harga bawang merah sudah mencapai Rp 23.802/kg atau di atas harga normal yaitu Rp 17.000-18.000/kg atau naik 35% tetapi masih di bawah harga patokan maksimal untuk membuka impor yaitu Rp 25.700/kg.

"Saat ini masih dalam kadar batas yang normal dan harga terjangkau juga stok nasional baik. Kita tidak perlu impor," tegas Lutfi.

Salah satu penyebab tingginya harga bawang merah saat ini bukan disebabkan karena kekurangan pasokan. Tetapi karena pemilik bawang mengeluarkan bawang dengan sangat hati-hati mencegah harga anjlok dan menyebabkan kerugian yang cukup besar.

"Harga bawang merah di kisaran Rp 20.000-23.000/kg sebenarnya masih di bawah harga referensi dan ini siklus. Kemarin hasil bulan Mei ini didesain oleh pedagang supaya harganya tidak terlalu hancur dan ditahan suplainya karena lagi panen di mana-mana," imbuhnya.

Ia memastikan ketersediaan pasokan bawang merah, Lutfi dijadwalkan akan mengunjungi salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia yaitu Brebes, Jawa Tengah.

"Artinya suplai tahun ini dibandingkan tahun lalu lebih baik. Tetapi kan tetap aman. Tanggal 16 saya mau ke Brebes bagaimana siklus bawang itu sendiri," jelasnya.

"Kita akan jamin ingin pasokannya baik dulu, Kenapa kok bisa tumbuh sekali antara triwulan pertama tahun ini dengan tahun lalu? Karena memang tinggi sekali permintaan. Oleh sebab itu kita pasok dulu. Begitu stok baik, harga akan menentukan keseimbangan. Maunya berapa? Bulan Mei ini kita mau Rp 90.000/kg. Setelah Lebaran itu target kita harga daging sapi Rp 86.000/kg," jelasnya. (dtf/i)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru