Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Permintaan Kopi Indonesia Sepi Karena Vietnam Panen

- Sabtu, 18 Januari 2014 19:47 WIB
375 view
Permintaan Kopi Indonesia Sepi Karena Vietnam Panen
SIB/Int
Tanaman Kopi
Medan (SIB)- Permintaan kopi Robusta ke Indonesia sepi karena pasar internasional dibanjiri produk Vietnam yang lagi panen besar dan melepas dengan harga lebih murah.

"Pasar kopi dari Vietnam semakin banyak karena mendekati Imlek dimana petani dan pedagang melepas untuk mendapatkan uang. Banjirnya kopi Vietnam di pasar internasional membuat permintaan kopi ke Indonesia semakin sepi," kata Ketua Asosiasi Eksportir kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Andryanus Simarmata di Medan, Jumat.

Harga kopi Vietnam di pasar sekitar 1.720-1.750 dolar AS per ton sementara kopi Indonesia memang sudah di kisaran 1.820 dolar AS per ton.
"Banyaknya kopi Vietnam beredar di pasar dan harga jual yang lebih murah tentu membuat sebagian pembeli beralih dari Kopi Indonesia," katanya.
Eksportir kopi Indonesia sendiri sulit menurunkan harga jual karena pembelian di pasar lokal juga masih cukup tinggi atau Rp22ribuan per kg untuk harga dasar.

"Dengan harga jual robusta yang sekitar 1.800an dolar AS per kg itu, eksportir sudah kesulitan. Kalaupun tidak sampai merugi besar hanya karena nilai tukar dolar AS menguat terhadap rupiah," kata Andryanus.

Kondisi itu menyebabkan, kecuali untuk memenuhi kontrak, eksportir berhati-hati melakukan transaksi.

Dia memprediksi permintaan yang sepi masih berlangsung lama karena panen Vietnam yang mulai terjadi sejak Oktober 2012 terus berlangsung hingga Maret 2014.

Produksi kopi Vietnam sendiri diakui cukup besar atau mencapai 1, 6 jutan ton dibandingkan Indonesia yang hanya sekitar 650.000-700.000 ton per tahun.
Petani kopi di Dairi, R Sembiring menyebutkan, permintaan kopi Robusta dan Arabika masih tetap stabil meski pedagang mengaku permintaan pabrikan berkurang.

"Permintaan yang stabil itu diduga karena pedagang juga khawatir tidak mendapatkan kopi dari petani menyusul masih sedikitnya panen kopi dampak cuaca ekstrem," katanya.

Diakui dibandingkan arabika, harga robusta jauh lebih rendah dengan alasan pedagang, arabika lebih mahal dijual di pasar internasional dan pasar luar negeri sangat membutuhkan arabika. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru