Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bayar Utang Triliunan, Perusahaan Perkebunan Grup Bakrie Jual Aset

- Selasa, 24 Juni 2014 16:54 WIB
452 view
Bayar Utang Triliunan, Perusahaan Perkebunan Grup Bakrie Jual Aset
Jakarta (SIB)- PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berkomitmen memperbaiki struktur keuangan dengan mengurangi rasio antara utang terhadap ekuitas. Utang yang akan dikurangi Rp 2 triliun per tahun mulai tahun ini.

Direktur Utama UNSP M Iqbal Zainuddin menyebutkan, dengan komitmen tersebut, perusahaan tidak akan melakukan ekspansi, setidaknya di sepanjang tahun ini.

"Target kita perbaiki struktur keuangan dengan kurangi DER (dept to equity ratio/porsi utang modal). Jadi kita fokus ini dulu jadi tahun ini tidak ada ekspansi," ujar Iqbal usai menggelar Rapat Umum pemegang saham tahunan (RUPST) di JS Luwansa, Jakarta, Senin (23/6).

Iqbal mengatakan, nilai utang yang akan dikurangi adalah Rp 2 triliun. Salah satu opsi untuk memuluskan rencana tersebut adalah dengan melepas asetnya.

"Utang Rp 2 triliun. Rencananya kita akan kurangi aset. Tapi sekarang belum bisa closing, karena sekarang penjualan aset masih berjalan. Kita harapkan dapat selesai di 2014," tambah Iqbal.

Dalam laporan keuangan, pada Juli 2012 lalu, UNSP menarik utang berbunga cukup tinggi dari NDB Agent Limited senilai US$ 199,9 juta (Rp 2,298 triliun). Pinjaman ini digunakan oleh perusahaan untuk membayar utang obligasi senilai US$ 150 juta (Rp1,725 triliun) yang jatuh tempo pada 15 Juli 2012.

Sisa dari pinjaman tersebut digunakan perusahaan untuk membayar sejumlah pinjaman dari institusi keuangan dan modal kerja anak usaha. Bunga pinjaman NDB Agent itu sebesar 12% per tahun. Bunga itu lebih tinggi ketimbang bunga obligasi jatuh tempo yakni 10,87%. Sementara, dari angka 13,72 miliar lembar saham tersebut, porsi kepemilikan di masyarakat adalah 11,30 miliar lembar saham. Hal ini menjadikan masyarakat sebagai pemegang saham mayoritas, yaitu mencapai 82,5%.

Lalu, ada pula saham yang dimilik masyarakat dalam bentuk Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) Syailendra Multi Strategi Fund II sebesar 1,42%,
Adapun pemegang saham lainnya adalah Credit Suisse AG Singapore Branch S/A Long Haul Holdings Ltd sebesar 3,13%, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG sebesar 3,06%. 2,04% oleh PT Danatama Captial Management, dan sebesar 1,76% dimiliki oleh JP Morgan Bank Luxembourg SA.

Saham sisanya juga tersebar pada sejumlah pemegang sahamain yakni Citibank New Yord S/A Dimensional Emerging Markets Value Fund sebesar 1,33%, PT Bakrie Kimia Investama sebesar 1,24%, DBS Bank Ltd SG-PB Clients sebesar 1,16%.

Direktur Investor Relation dan Corparate Strategic Planing Andi W. Setianto menyebutkan, dari total 11,30 lembar saham yang dimiliki masyarakat, 66%-nya dimiliki oleh pemegang saham individu.

"Jadi memang kebanyakan dimiliki masyarakat. Individu lokal sebanyak 16,386 akun memiliki 65% saham dan individu asing sebanyak 127 akun yang memiliki 1% saham," ujar dia.

Dengan posisi tersebut, terlihat jelas bagaimana porsi kepemilikan saham perusahaan sawit ini oleh Keluarga Bakrie lewat BNBR-nya menjadi sangat minim yakni kurang dari 1%. Sementara, dari angka 13,72 miliar lembar saham tersebut, porsi kepemilikan di masyarakat adalah 11,30 miliar lembar saham. Hal ini menjadikan masyarakat sebagai pemegang saham mayoritas, yaitu mencapai 82,5%.

Lalu, ada pula saham yang dimiliki masyarakat dalam bentuk Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) Syailendra Multi Strategi Fund II sebesar 1,42%.

Adapun pemegang saham lainnya adalah Credit Suisse AG Singapore Branch S/A Long Haul Holdings Ltd sebesar 3,13%, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG sebesar 3,06%. 2,04% oleh PT Danatama Captial Management, dan sebesar 1,76% dimiliki oleh JP Morgan Bank Luxembourg SA.

Saham sisanya juga tersebar pada sejumlah pemegang sahamain yakni Citibank New Yord S/A Dimensional Emerging Markets Value Fund sebesar 1,33%, PT Bakrie Kimia Investama sebesar 1,24%, DBS Bank Ltd SG-PB Clients sebesar 1,16%.

Direktur Investor Relation dan Corparate Strategic Planing Andi W. Setianto menyebutkan, dari total 11,30 lembar saham yang dimiliki masyarakat, 66%-nya dimiliki oleh pemegang saham individu.

"Jadi memang kebanyakan dimiliki masyarakat. Individu lokal sebanyak 16,386 akun memiliki 65% saham dan individu asing sebanyak 127 akun yang memiliki 1% saham," ujar dia.

Dengan posisi tersebut, terlihat jelas bagaimana porsi kepemilikan saham perusahaan sawit ini oleh Keluarga Bakrie lewat BNBR-nya menjadi sangat minim yakni kurang dari 1%. (detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru