Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Melongok Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei

- Selasa, 24 Juni 2014 17:04 WIB
624 view
Melongok Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei
Simalungun (SIB)- Pemerintah mengebut perkembangan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sejak dilakukan groundbreaking pada 3 Juli 2013 lalu, telah ada aktivitas industri di kawasan seluas 2002 hektar ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung akhir pekan lalu meninjau sekaligus melakukan rapat koordinasi mengenai perkembangan KEK Sei Mangkei. Hadir bersama pria yang akrab disapa CT ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Ada beberapa fakta dari perkembangan KEK Sei Mangkei, dikutip dari berbagai sumber dan penelusuran detikFinance di lokasi. Yuk, kita simak!

Luas
KEK Sei Mangkei berada di lahan milik PTPN III seluas 16.000 hektar. Untuk luas KEK sendiri adalah seluas 2.002 hektar. Sebesar 1.400 hektar akan diperuntukkan bagi industri, sesisanya akan digunakan untuk pembangunan hunian. Badan Pertanahan Nasional telah selesai mengurus perizinan dan perubahan status lahan dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Pengelolaan Lahan untuk PTPN III.

"Telah selesainya pengurusan HPL di kawasan ini yang dikeluarkan oleh badan pertanahan nasional, dengan ini maka KEK Sei Mangkei ini telah menyelesaikan hampir keseluruhan daripada hal-hal yang diperlukan," kata Chairul Tanjung di lokasi pekan lalu.

Infrastruktur
Selain aktifitas industrinya, di kawasan inipun akan dibangun beberapa infrasturktur pendukung, khususnya yang berkaitan dengan transportasi. Maret 2015 nanti, KEK Sei Mangkei akan tersambung dengan jalur kereta api sepanjang 2,9 km ke rel yang telah ada menuju ke Pelabuhan Belawan, Medan. Nantinya, jalur akan diperpanjang sampai ke Kuala Tanjung.

Selain itu Kementerian Pekerjaan Umum akan memperbaiki akses jalan menuju kawasan ini, pasalnya ada beberapa titik jalan dari Kota Medan menuju Sei Mangkei. Tak hanya soal transportasi, di bidang energi pun akan ada beberapa infrastruktur kelistrikan seperti power plant akan dibangun.

Pabrik Oleochemical Unilever
Unilever masih menjadi satu-satunya investor swasta di sini. Lahan seluas 18 hektar digunakan PT Unilever Oleochemical Indonesia membuat pabrik senilai Rp 1,45 triliun.

Saat ini, pembangunan pabrik ini masih terus berlangsung, ditargetkan di 2015 akan mulai berproduksi. Unilever akan memproduksi fatty acid, surfactant, soap noodle, dan glycerine berbahan baku sabun. 80% produksinya akan disupply untuk kebutuhan Unilever seluruh dunia, sebanyak 15-20% akan digunakan memenuhi pasar dalam negeri.

Pabrik Kelapa Sawit PTPN III
Selain Unilever, BUMN PTPN III memiliki pabrik kelapa sawit di KEK Sei Mangkei. Dari pengamatan detikFinance di lokasi, hilir mudik truk-truk besar pengangkut kelapa sawit keluar masuk pabrik ini. Mengindikasikan pabrik ini sudah aktif berproduksi.

Investor yang Akan Masuk
Selain BUMN PTPN III dan PT Unilever Oleochemical Indonesia, dikatakan ada beberapa perusahaan lagi yang akan masuk berinvestasi di KEK Sei Mangkei.

Direktur Pemasaran, Pengembangan dan Perencanaan PTPN III, Nur Hidayat mengatakan, beberapa perusahaan tengah melakukan studi kelayakan.
Dikatakan Nur, perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya adalah pabrik pupuk PT Cipta Buana Utama Mandiri, Shimizu Corporation membangun power plant berkapasitas 6 MW menggunakan biomasa, lalu perusahaan Singapura Energy Uni Resources membangun pabrik oleochemical dan karet. "Belum fixed, itu sudah FS," terangnya. (detikfinance/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru