Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Keanggotaan RI di WTO Dibahas dalam Debat Capres

- Selasa, 24 Juni 2014 17:13 WIB
250 view
Keanggotaan RI di WTO Dibahas dalam Debat Capres
Jakarta (SIB)- Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan Indonesia tidak bisa menutup diri dari Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. Indonesia membutuhkan WTO sebagai sarana penetrasi pasar ekspor. Namun agar WTO bermanfaat penuh, Indonesia harus meningkatkan kualitas produk agar bisa lebih kompetitif.

Dalam debat capres, Minggu (22/6), Jokowi mengatakan, memang terkadang ada aturan WTO yang menyulitkan produk Indonesia untuk masuk ke pasar tertentu. "Barang produksi kita bisa diekspor ke semua pasar, walau kita mengerti harus dikarantina, ada tariff dan non tariff barrier di sana," katanya.
Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, keanggotaan Indonesia di WTO sangat penting. "Tidak, siapa bilang WTO sering rugikan kita? Tunjukkan yang mana?" tegasnya kala ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Senin (23/6).

Bayu menambahkan, Indonesia juga berperan penting di WTO untuk mewakili kepentingan negara-negara berkembang. Bahkan Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan WTO di Bali, tahun lalu. Hasilnya dirangkum dalam Paket Bali, di mana salah satunya adalah mampu mempertahankan subsidi pertanian bagi negara-negara berkembang.

"WTO adalah sebuah meja perundingan. Bagaimana kita mau berunding dengan negara lain yang berbeda pendapat dengan kita kalau kita tidak ada di dalam meja perundingan tersebut?" kata Bayu.

Di WTO sendiri, menurut Bayu, memang kerap terjadi perbedaan pendapat antar anggotanya. "Ini bukan masalah kita kuat apa tidak, tapi bagaimana kita bisa menyelesaikan perbedaan pendapat dengan negara lain. Ini diplomasi, perbedaan sah-sah saja seperti kita berteman," tuturnya.

Keluar dari WTO, demikian Bayu, bukanlah pilihan bagi Indonesia. Langkah ini justru akan merugikan, karena Indonesia tidak terlibat dalam perumusan kebijakan perdagangan dunia.

"Kalau kita keluar dari WTO, itu akan merugikan, karena kita nggak bisa ada di meja perundingan itu. WTO adalah sebuah meja perundingan yang memberikan kita kesempatan untuk berunding dengan negara lain yang punya perbedaan pendapat. Justru kita rugi kalau tidak di WTO," jelasnya. (detikfinance/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru