Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Kebutuhan Uang Selama Ramadhan di Medan Diperkirakan Rp 3,81 Triliun, BI Siapkan 71 Loket Penukaran

- Jumat, 27 Juni 2014 18:23 WIB
391 view
Kebutuhan Uang Selama Ramadhan di Medan Diperkirakan Rp 3,81 Triliun, BI Siapkan 71 Loket Penukaran
Medan (SIB)- Menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2014 Bank Indonesia Wilayah IX Sumut/Aceh memperkirakan kebutuhan uang di Kota Medan dan sekitarnya sebesar Rp 3,81 triliun dengan rincian uang pecahan besar (UPB) sebanyak Rp 3,51 triliun dan UPK (Uang pecahan kecil) sebesar Rp 303 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala BI Wilayah IX Sumut/Aceh Difi A Johansyah kepada wartawan di Medan, Kamis siang (26/6). Ia didampingi Kepala Divisi Pembayaran Kahfy Zulkarnain dan sejumlah staf.

Guna memenuhi kebutuhan uang masyarakat terhadap UPK, katanya, selama bulan Ramadhan tahun 2014 ini pihaknya bersama perbankan akan membuka 71 loket penukaran untuk wilayah Kota Medan dan sekitarnya mulai 14 Juli sampai 25 Juli 2014.

Loket-loket penukaran itu berada di 56 cabang bank yang sudah ditentukan, ditandai dengan spanduk/logo khusus sebagai loket penukaran uang, 9 loket penukaran cash to card dan 6 loket penukaran di Lapangan Merdeka Medan. “Jadi dengan dibukanya  loket penukaran tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh UPK dengan cepat dan mudah,” imbuh Difi.

Ia mengambil contoh, masyarakat yang tinggal di Belawan tidak perlu lagi menukarkan uang ke Lapangan Merdeka, melainkan cukup mengunjungi bank terdekat yang membuka layanan penukaran UPK.

Jumlah uang nominal yang dapat ditukarkan setiap harinya yakni untuk pecahan Rp 20.000 dengan maksimal penukaran sebesar Rp 2 juta, Rp 10.000 penukaran sebanyak Rp 1 juta, Rp 5.000 sebanyak Rp 500.000, Rp 2.000 sebanyak Rp 200.000 dan pecahan Rp 1.000 maksimal Rp 100.000.

Selain membuka loket-loket penukaran, sebut Difi, pihaknya  juga melakukan kegiatan pelayanan penukaran kas melalui mobil keliling ke berbagai instansi dan pasar–pasar tradisional dengan rincian tanggal 14 Juli di instansi Kejaksaan/Samsat dan tujuan lainnya Pasar Petisah.

Tanggal 15 Juli Pertamina/Indosat dan Pusat Pasar. Tanggal 16 Juli Poldasu dan Pasar Pajak Ikan Lama, 17 Juli PT KAI dan Pasar Sukaramai, 18 Juli Pemko Medan dan Pasar Sambas, 21 Juli PTPN II dan Pasar Medan Baru, 22 Juli PT PLN dan Bandara Kualanamu, 23 Juli Kantor Gubernur dan Pasar Simpang Limun dan 24 Juli Telkom dan Belawan serta 25 Juli di Brimob dan lokasi tujuan lain Tembung.

Sementara itu secara terpisah, Bank Indonesia (BI) Pusat mewanti-wanti masyarakat di seluruh Indonesia atas peredaran uang palsu menjelang puasa dan lebaran.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Antonius Lambok Siahaan mengatakan, peningkatan jumlah uang beredar ini perlu diwaspadai karena besar kemungkinan beredarnya uang palsu.

"Ada kenaikan peredaran uang, utamanya ada gaji ke-13, liburan anak sekolah, libur lebaran, dan Ramadhan. Ini menyebabkan pertambahan uang beredar, memungkinkan beredarnya uang palsu. Ada data juga dari 1 juta yang diedarkan ada 4 lembar yang kita temukan palsu," kata Lambok.

Untuk itu, dia menyebutkan, masyarakat harus berhati-hati dalam melakukan transaksi. Masyarakat juga harus cermat mengenali uang rupiah asli.

"Masyarakat hati-hati, jangan lengah, harus mengecek ciri-ciri, dilihat, diraba, diterawang, kenali ciri-ciri rupiah supaya tidak jadi korban," terang dia.

Lambok menyebutkan, dari semua pecahan yang dipalsukan biasanya yang paling banyak adalah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Masyarakat juga harus memperlakukan rupiah dengan baik, jangan taruh di tempat lembab, ditulis dan steples," katanya. (A3/detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru