Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bulan Puasa, Konsumsi Elpiji 3 Kg Naik 8%

- Senin, 30 Juni 2014 16:35 WIB
265 view
 Bulan Puasa, Konsumsi Elpiji 3 Kg Naik 8%
Jakarta (SIB)- Konsumsi elpiji 3 kg diperkirakan meningkat pada Ramadhan-Idul Fitri. Dari rata-rata konsumsi nasional 16.000 ton per hari, diperkirakan terjadi kenaikan 8% menjadi 17.280 ton.

Meski mayoritas masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah puasa, kegiatan masak-memasak tetap berjalan. Bahkan ketika lebaran akan meningkat seiring dengan budaya perayaan.

"Konsumsinya naik sekitar 8%," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir, Minggu (29/6).

Akan tetapi, lanjut Ali, titik konsumsi elpiji akan berubah. Konsumsi akan naik signifikan di daerah-daerah tertentu seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Jadi pengaruh mudik, ada perpindahan konsumsi. Kalau biasanya Jakarta yang paling besar itu bergeser ke daerah," katanya.

Ali menambahkan, pihaknya akan menyesuaikan pola distribusi dengan konsumsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelangkaan di masyarakat.

"Distribusi kita sesuaikan dan kita akan jaga supaya tidak ada kelangkaan," ucapnya.

Pertamina juga akan segera merealisasikan Sistem Monitoring Penyaluran Elpiji 3 kg (Simolek) yaitu penataan penyaluran sesuai dengan konsumsi normal. "Nanti ada penataan kembali supaya elpiji yang didistribusi itu tepat. Jadi jatah agen itu sesuai dengan konsumsi yang ada," terang Ali.

Penjualan Pakaian Melonjak

Memasuki Ramadhan permintaan sandang alias pakaian diperkirakan melonjak. Pembelian pakaian diperkirakan naik 300% dibanding periode lainnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, sudah tradisi pada Ramadhan penjualan yang paling melonjak adalah pakaian.

"Kalau dibilang food atau non food, itu sandang yang paling melonjak. Semua ingin baju baru, itu sudah tradisi," kata Tutum.

Tutum menjelaskan kenaikan perjualan pakaian yang didominasi baju dan celana itu naik hingga 300%. Untuk menyikapi membludaknya permintaan dari konsumen, produsen biasanya juga meningkatkan produksinya khusus di bulan ini.

"Ya kita menyiapkan stock yang benar kalau mau lebaran," ujarnya. (detikfinance/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru