Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026
Mantan Ketua Kadinsu dan Perintis Bisnis Properti di Sumatera, Yopie S Batubara

OISCA International Datangkan 2500 Bibit Sapi dari Jepang untuk Kembangkan Sapi Unggul “Wa Gyu” di Sumut

- Selasa, 21 Januari 2014 12:46 WIB
1.128 view
OISCA International Datangkan 2500 Bibit Sapi dari Jepang untuk Kembangkan Sapi Unggul “Wa Gyu”  di Sumut
SIB/Relive Pasaribu
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumut Yopie S batubara selaku Dirut OISCA International Wilayah Sumut memberikan keterangan kepada wartawan didampingi Tomodji Suzuki selaku pengurus OISCA dari Jepang saat pertemuan di Hotel Grand Aston Medan, baru-baru ini
Medan (SIB)- Organisasi Non Pemerintah atau Non Government Organization (NGO) terbesar di Jepang  OISCA International akan mengembangkan peternakan sapi potong unggul di Sumut. Program itu dilakukan dengan mendatangkan sedikitnya 2500 ekor bibit sapi dari Jepang untuk diternakkan di lahan seluas 250 hektar di Kutalimbaru Deliserdang.

Direktur Utama OISCA International untuk wilayah Sumut  Yopie S Batubara mengatakan hal itu kepada wartawan, Senin (20/1) usai bertemu Konsul Jenderal Jepang untuk Medan  Yuji Hamada serta jajaran pengurus OISCA International. "Saya sudah siapkan lahan seluas 250 hektar di Kutalimbaru. Pihak OISCA International juga tengah menyiapkan bibit sapinya. Saya berharap tahun ini juga bisa terealisasi," jelasnya.

Yopie yang mantan Ketua dan kini Dewan Pertimbangan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Sumut itu mengatakan, bibit sapi asal Jepang itu akan dibesarkan di lahan tersebut, kemudian dikawinkan dengan sapi lokal. "Teknik ini sudah berhasil dilakukan di Australia dan menghasilkan sapi Wa Gyu. Daging sapi ini sangat lembut dan rasanya juga sangat gurih. Harga daging sapi Wa Gyu ini lebih mahal dari sapi biasa. Kita akan mencoba mengembangkannya di Sumut," jelasnya.

Sementara untuk pakan ternak sapi itu, pihaknya juga akan menanami lahan tersebut dengan pakan yang sesuai dengan kebutuhan sapi. "Jadi untuk pakannya semuanya kita usahakan sendiri dan pihak OISCA telah mempersiapkan itu," jelas mantan anggota DPD RI asal Sumut itu.

Lebih lanjut Yopie mengatakan, pada lahan tersebut akan disiapkan training center yang berfungsi untuk melatih para petani dan peternak. "Peternakan sapi potong wa gyu ini sekaligus kita jadikan pusat pelatihan bagi para peternak kita. Mereka akan dilatih teknik beternak yang baik mengadopsi ilmu pengeahuan dan teknologi Jepang dalam mengembangkan peternakan sapi  sehingga menghasilkan produk berkualitas," jelasnya.

Jika upaya ini berhasil, maka sapi-sapi wa gyu ini akan dibudidayakan secara massal dan disebarkan ke berbagai daerah di Sumut. Langkah itu katanya merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi sekaligus memenuhi kebutuhan daging utamanya di Sumut yang akhir akhir ini terus bertahan mahal harganya.

Selain peternakan, OISCA International juga katanya sudah menyiapkan program pengembangan budidaya sayur mayur yang dicanangkan di kawasan Kacinambun Kabanjahe. Jenis yang akan ditanam di antaranya lobak, brokoli, slada, kol, ubi jalar dan sebagainya. "Sayuran yang akan dikembangkan adalah jenis organik. Kita juga akan melatih para petani, sehingga ada proses pembelajaran dari pihak Jepang," ujarnya.

Saat ini beberapa ahli pertanian dan peternakan terutama relawan OISCA International yang ada di Sumut sudah berada di Jepang untuk menjalani pelatihan. Setelah selesai, mereka akan terjun langsung untuk pengembangan pertanian dan peternakan itu. "Disamping itu, dari OISCA International juga akan mengirimkan tenaga-tenaga ahlinya untuk tinggal sementara waktu di sini untuk memberikan pelatihan," tuturnya.

Karena itu, pada lahan di Kutalimbaru juga akan dibangun perkampungan yang akan dihuni orang-orang Jepang yang telah pensiun dari pekerjaann di negara asalnya. "Mereka adalah orang-orang terlatih dan memiliki keahlian, namun tetap ingin produktif. Karena itu mereka bersedia untuk melatih para petani dan peternak kita," tutur Yopie S Batubara yang dalam era 80-an dikenal sebagai perintis bisnis property di Pulau Sumatera.(A10/w).
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru