Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

BI : Virus Corona Berdampak Terbatas pada Ekonomi Sumut

Redaksi - Kamis, 05 Maret 2020 14:45 WIB
182 view
BI : Virus Corona Berdampak Terbatas pada Ekonomi Sumut
Foto: SIB/Dok
Kepala Kaper BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat.
Medan (SIB)
Dampak virus corona atau covid 19 masih terus membuat masyarakat khawatir. Bukan rahasia umum lagi bila hal ini berdampak juga pada perekonomian suatu negara temasuk Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, covid 19 di Tiongkok berdampak besar terhadap ekonomi global. Beberapa lembaga riset covid 19, katanya, akan memberi tekanan pada perekonomian dunia sebesar 0,1% hingga 0,3%.

Namun, lembaga riset dunia memperkirakan dampaknya ke ekonomi Indonesia akan lebih rendah," ucap Wiwiek sambil menyebutkan, dampak covid 2019 terhadap ekonomi Sumut relatif terbatas, Selasa petang (3/3).

Disebutnya dampak tersebut bisa melalui jalur perdagangan exim, jalur investasi dan jalur pariwisata. Dari kajian yang kami lakukan dampak covid 19 ke pertumbuhan ekonomi Sumut akan memberikan tekanan lebih kurang.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Sumut Wahyu Ario Pratomo mengatakan, penyebaran covid 19 memberikan dampak bagi perekonomian global, khususnya Tiongkok. Diperkirakan perekonomian Tiongkok akan mengalami perlambatan hingga 0,5% pada tahun 2020 ini.

Disebutnya, tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai 6,1% dan diperkirakan dengan terjadinya virus corona pertumbuhannya melambat menjadi 5,6%.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok memberikan dampak langsung dan tidak langsung bagi perekonomian Sumut. Dampak langsungnya ekspor dan impor Sumut terhadap Tiongkok.

Selama ini Tiongkok menjadi mitra dagang Sumut yang strategis selain dengan AS dan India. Di samping itu, pariwisata Sumut juga ditopang oleh wisman dari Tiongkok yang tahun lalu mencapai sekitar 6.000 orang.

"Secara tidak langsung, virus corona menyebabkan perekonomian negara lain terganggu dan kemudian dapat berdampak terhadap perekonomian Sumut. Demikian pula wisman, yang mungkin juga khawatir dengan perkembangan virus corona sehingga membatalkan perjalanannya termasuk ke Sumut," ungkap Wahyu.

Ia mengatakan, bagi pelaku usaha tentunya kondisi ini dapat mengganggu kinerjanya, baik produksi maupun bahan baku. Ekspor Sumut seperti produk turunan kelapa sawit menjadi terganggu, khususnya tujuan China. Dengan demikian pengusaha perlu mencari pasar baru non-tradisional atau mencari pasar negara-negara baru seperti Afrika dan Timur Tengah.

Demikian pula bahan baku, yang selama ini cukup banyak diimpor dari China. Kejadian ini mengganggu distribusi barang impor karena produksi yang terbatas dan ketatnya pemeriksaan barang impor.

"Untuk itu, perlu dicari alternatif mendatangkan bahan baku dan barang penolong atau barang modal dari negara lain, walaupun lebih mahal," ujarnya. (M2/f)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin