Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Bulog Sumut Siap Serap Jagung Petani Rp6.500/Kg, Target Stok 28 Ribu Ton

Nelly Hutabarat - Sabtu, 18 April 2026 17:11 WIB
133 view
Bulog Sumut Siap Serap Jagung Petani Rp6.500/Kg, Target Stok 28 Ribu Ton
dok. Badan Pangan Nasional
Ilustrasi jagung

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Yusfahri Peranginangin, mengatakan, Sumatera Utara masih mengalami surplus produksi jagung.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi jagung di Sumut mencapai 1.495.705 ton, sementara kebutuhan hanya 1.451.670 ton, sehingga terjadi surplus sekitar 44.036 ton.

Memasuki periode Januari hingga Maret 2026, produksi diperkirakan mencapai 480.447 ton dengan kebutuhan sekitar 373.039 ton. Dengan demikian, surplus kembali terjadi sebesar 107.407 ton.

"Kondisi ini menunjukkan Sumatera Utara masih kelebihan pasokan jagung," ujarnya.

Ia menambahkan, sentra produksi jagung terbesar berada di Kabupaten Karo, disusul Dairi, Simalungun, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan. Sekitar 80 persen produksi jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sisanya digunakan sebagai bahan baku tepung.

Menanggapi kondisi surplus tersebut, Budi mengaku belum mengetahui secara pasti ke mana seluruh hasil panen petani dipasarkan. Meski demikian, Bulog tetap berkomitmen menyerap jagung petani sebanyak mungkin sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah, sebagaimana skema pembelian gabah. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kementan Harap Harga Jagung Tak Rugikan Petani dan Peternak
Dipecat, Kader Gerindra Gugat Prabowo Subianto
Stok Beras di Gudang Bulog Sumut 100.000 Ton
Pemkab Humbahas Jamin Harga Jagung Rp3.150 per Kg
Petani di Tiga Binanga Keluhkan Turunnya Harga Jagung
Bulog Sumut Gelontorkan 40.000 Ton Beras Medium
komentar
beritaTerbaru
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran(harianSIB.com)Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4/2026). Hal ini disampaikan komando militer