Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Kedai Kelontong Milik Perantau Aceh Menjamur di Medan, Warga Diuntungkan Pedagang Pasar Mengeluh

Indah Apriliana dewi Ginting - Senin, 29 Juni 2026 18:33 WIB
135 view
Kedai Kelontong Milik Perantau Aceh Menjamur di Medan, Warga Diuntungkan Pedagang Pasar Mengeluh
Foto: harianSIB.com/Indah Apriliana Ginting
Menjamur: Kedai kelontong milik perantau Aceh semakin menjamur di Kota Medan, Senin (29/6/2026).

Medan(harianSIB.com)

Usaha kedai kelontong milik perantau asal Aceh semakin berkembang di berbagai wilayah Kota Medan. Selain menawarkan kebutuhan pokok dengan harga bersaing, keberadaan kedai-kedai tersebut dinilai memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi ke pasar tradisional.

Di sejumlah kawasan, seperti Medan Johor, Sunggal, Tanjung Anom, Kampung Lalang hingga Marendal, kedai-kedai yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai "Kedai Sampah Aceh" kini mudah dijumpai. Istilah tersebut merujuk pada warung kelontong yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti sayur-mayur, ikan, bawang, cabai, beras, bumbu dapur hingga kebutuhan harian lainnya.

Fenomena ini menunjukkan semakin besarnya aktivitas ekonomi perantau Aceh di Kota Medan. Selain membuka usaha kuliner, mereka juga mengembangkan bisnis di sektor perdagangan, ekspedisi hingga perkebunan yang ikut mendorong perputaran ekonomi di Sumatera Utara.

Salah seorang warga Medan Johor, Susi, mengaku lebih memilih berbelanja di kedai yang berada dekat rumahnya karena lebih praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

Baca Juga:
"Kami tidak perlu jauh-jauh lagi ke pajak untuk belanja kebutuhan dapur. Dekat rumah sudah ada beberapa pilihan kedai yang lengkap dan tidak perlu bayar parkir," ujarnya.

Hal senada disampaikan Erna Sembiring, warga Tanjung Anom, Senin (29/6/2026). Menurutnya, kedai tersebut menyediakan hampir seluruh kebutuhan rumah tangga dengan harga yang bersaing.

"Di dekat rumah sudah lengkap. Sayur, buah, beras, ikan sampai sabun ada. Kadang harganya juga lebih murah dibandingkan di pasar," katanya.

Namun, di balik kemudahan yang dirasakan konsumen, sejumlah pedagang pasar tradisional mengaku terdampak. Mereka menyebut omzet penjualan menurun sejak banyak kedai kelontong milik perantau Aceh bermunculan di sekitar permukiman.

Rini, pedagang sayur di Pasar Johor Baru Center (JBC), mengatakan sebagian pelanggannya beralih berbelanja ke kedai tersebut.

"Sejak banyak kedai itu buka, pelanggan kami berkurang. Mungkin karena barang di sana lebih lengkap, sedangkan kios kami berada di dalam pasar sehingga sekarang lebih sepi," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pemilik kedai di Medan Johor, Fadly, menegaskan pihaknya tidak bermaksud menjadi pesaing pedagang lain. Menurutnya, tujuan utama mereka adalah mencari nafkah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

"Kami hanya ingin berjualan dan memberikan pelayanan serta harga terbaik kepada pembeli. Tidak pernah terpikir untuk membatasi rezeki orang lain," katanya.

Ia menambahkan, setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dengan meningkatkan kelengkapan barang dagangan serta memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, semakin banyak perantau Aceh yang menetap dan membuka usaha di Kota Medan. Kota ini dinilai strategis sebagai pusat distribusi berbagai komoditas sehingga pasokan kebutuhan pokok relatif lebih mudah diperoleh dibandingkan sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera.

Keberadaan kedai-kedai tersebut menjadi salah satu dinamika baru dalam aktivitas perdagangan di Kota Medan yang menghadirkan kemudahan bagi konsumen, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan persaingan bagi pedagang pasar tradisional.(**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pedagang Seragam Sekolah di Pusat Pasar Medan Andalkan Penjualan Offline
Jelang HUT ke-80 Bhayangkara, Polrestabes Medan Gelar Turnamen Esports Kapolrestabes Cup 2026
HKBP Gedung Johor Gelar Pesta Puncak Parheheon Parompuan dan HUT ke-40 dengan Penuh Sukacita
LIPPSU Desak Wali Kota Medan Bongkar Bangunan di Aset Pemko
Respon Cepat Wali Kota Medan Perbaiki Replika Rumah Adat Batak yang Terbakar Tuai Apresiasi
Dua Komplotan Pencuri Honda Brio Viral Diciduk Resmob Polrestabes Medan, Eksekutor Diburu
komentar
beritaTerbaru