Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 Juli 2026

Indonesia Jadi Negara Ketiga Peluncuran Camalus, Bayer Bidik Produktivitas Petani Hortikultura

Christopel H Naibaho - Selasa, 07 Juli 2026 18:04 WIB
1.158 view
Indonesia Jadi Negara Ketiga Peluncuran Camalus, Bayer Bidik Produktivitas Petani Hortikultura
Foto: Dok/Bayer
Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan, Kukuh Ambar Waluyo dan lainnya beserta perwakilan petani hortikultura saat peluncuran Camalus, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang meluncurkan Camalus, insektisida generasi terbaru dari Bayer yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas petani hortikultura. Setelah lebih dulu diperkenalkan di India dan Filipina, produk ini resmi diluncurkan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).

Peluncuran tersebut dihadiri Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan Kukuh Ambar Waluyo, Commercial Unit Lead West Bayer Crop Science Indonesia Krisna Dwi Laksono, Brand Portfolio Manager Indonesia & Malaysia Samuel Ady Mahendra, serta sekitar 350 petani hortikultura.

Kukuh Ambar Waluyo dalam siaran pers, Selasa (7/7/2026), mengatakan, Camalus merupakan insektisida pertama Bayer yang mampu mengendalikan dua jenis hama sekaligus, yakni hama pemakan daun (chewing) dan hama penusuk-pengisap (sucking), sehingga petani tidak lagi perlu mencampur dua jenis insektisida berbeda dalam satu siklus tanam.

"Tantangan petani hortikultura semakin kompleks karena serangan hama pengunyah dan pengisap umumnya terjadi bersamaan. Camalus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui mekanisme kerja ganda yang efektif mengendalikan berbagai jenis hama pada satu aplikasi," ujarnya.

Baca Juga:
Menurutnya, pengembangan Camalus membutuhkan waktu sekitar 10 tahun, mulai dari penemuan molekul, pengujian laboratorium, uji efikasi, studi keamanan, hingga registrasi. Produk tersebut juga telah melalui ratusan uji lapangan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di pusat riset Bayer JUARA di Klaten.

Camalus mengombinasikan dua bahan aktif, yakni Tetraniliprole dan Spirotetramat, yang bekerja secara sistemik ke seluruh jaringan tanaman. Formulasi ini mampu melindungi tanaman dari berbagai hama seperti ulat, pengorok daun, kutu kebul, kutu daun, thrips, hingga lalat buah pada komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, kubis, bawang merah, kentang, semangka, jeruk dan mangga.

Selain itu, produk ini dilengkapi sistem perekat sehingga tetap efektif memberikan perlindungan lebih lama meski setelah hujan, sekaligus mendukung penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) karena bekerja pada dosis rendah dan lebih selektif terhadap hama sasaran.

Pemilihan Sumatera Utara sebagai lokasi peluncuran dinilai strategis karena merupakan salah satu sentra hortikultura nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), provinsi ini menjadi penghasil cabai besar terbesar ketiga di Indonesia pada 2025 dengan kontribusi 12,53 persen atau sekitar 214,87 ribu ton dari luas panen mencapai 16,37 ribu hektare.

Bayer menyebut ancaman hama masih menjadi salah satu penyebab utama penurunan hasil panen petani hortikultura. Bahkan, serangan ulat daun kubis dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 50-100 persen apabila tidak dikendalikan.

Commercial Unit Lead West Bayer Crop Science Indonesia Krisna Dwi Laksono mengatakan perusahaan juga memastikan akses produk tersebut dapat dijangkau petani di berbagai daerah.

"Kami ingin teknologi pertanian tidak hanya inovatif, tetapi juga mudah diakses petani. Camalus diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani hortikultura Indonesia," katanya.

Sepanjang 2026, Bayer menargetkan distribusi Camalus ke 13 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Bali.

Produk tersebut mulai dipasarkan dalam kemasan co-pack 100 ml melalui jaringan kios tani, termasuk Better Life Farming Center (BLFC), disertai pendampingan teknis dari tim agronomis Bayer mengenai penggunaan yang tepat dan aman. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
Polres Gelar Turnamen Sepakbola Piala Kapolres Simalungun
5 Tahun, Indonesia Diyakini Punya 50 Startup Unicorn
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
komentar
beritaTerbaru