Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 02 Agustus 2026

2025 Produksi Kemiri Capai 14.790 Ton

Nelly Hutabarat - Minggu, 02 Agustus 2026 21:31 WIB
121 view
2025 Produksi Kemiri Capai 14.790 Ton
Ilustrasi kemiri

Medan(harianSIB.com)

Kemiri memiliki potensi ekonomi yang besar karena tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tetapi juga menjadi bahan baku industri pangan, farmasi, kosmetik, hingga kerajinan. Bijinya dapat diolah menjadi minyak kemiri untuk perawatan rambut dan kulit, sedangkan cangkangnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun arang. Selain itu, pohon kemiri berperan dalam konservasi lahan karena mampu mengurangi erosi di kawasan berbukit. Nilai tambah komoditas ini akan meningkat apabila diolah menjadi produk turunan, sehingga membuka peluang usaha bagi petani dan UMKM.

Namun, potensi tersebut belum diimbangi dengan pengembangan tanaman di Sumatera Utara. Tanaman kemiri yang ada saat ini umumnya merupakan pohon-pohon tua dan regenerasinya masih terbatas.

Kondisi itu dibenarkan Sekretaris Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-angin, saat dikonfirmasi SIB, Jumat (30/7/2026). Menurutnya, pengembangan kembali tanaman kemiri perlu mendapat perhatian agar produksi tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Yusfahri menyebutkan, produksi kemiri Sumatera Utara pada 2025 mencapai 14.790 ton dari luas panen 9.349 hektare dengan produktivitas sekitar 1,5 ton per hektare. Daerah sentra produksi meliputi Kabupaten Dairi sebanyak 6.000 ton, Kabupaten Karo 2.380 ton, Mandailing Natal 1.024 ton, Simalungun 769 ton, dan Padang Lawas Utara 563 ton. Menurutnya, pengembangan tanaman kemiri berpotensi meningkatkan pendapatan petani apabila dibarengi dengan pengolahan hasil menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga:
Pantauan SIB di sejumlah pasar tradisional di Medan menunjukkan harga kemiri mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram. Sementara di tingkat eceran, kemiri dijual dalam kemasan plastik kecil berisi dua butir seharga Rp1.000 yang umumnya dibeli rumah tangga. Adapun pembelian dalam jumlah kilogram lebih banyak dilakukan pedagang rumah makan maupun pelaku usaha kuliner, sehingga permintaan komoditas ini tetap cukup tinggi di pasar.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Petani dari 6 Desa dan Kelurahan Parongil di Dairi Terima Bibit Kopi dan Kemiri
Tri Budi Santoso: Jangan Salah Labeli Anak Nakal, Bisa Jadi Alami Gangguan Sensori
Wabup Dairi Sidak SPPG Merah Putih, Sampaikan Perbaikan IPAL
Asesmen Sekolah SMA dan SMK di Sumut Digelar 8 - 15 April 2026
Range Rover Terbakar di Jalan Tol Lubukpakam
Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet
komentar
beritaTerbaru
PRSU ke 50 Resmi Ditutup

PRSU ke 50 Resmi Ditutup

Medan(harianSIB.com)Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50 Tahun 2026 resmi telah ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Surya BSc, M