Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Literasi Dana Pensiun Masih 22%, OJK Dorong Persiapan Hari Tua Sejak Dini

Nelly Hutabarat - Minggu, 06 September 2026 19:54 WIB
142 view
Literasi Dana Pensiun Masih 22%, OJK Dorong Persiapan Hari Tua Sejak Dini
Foto dok OJK
Ketua Dewan Komisioner OJak Friderica Widyasari Dewi.

Jakarta(harianSIB.com)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para pemangku kepentingan mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 sebagai gerakan nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan hal itu dalam siaran tertulis melalui OJK Provinsi Sumut, Minggu (6/9/2026).

Disebutnya,tantangan dana pensiun bukan hanya meningkatkan dana kelolaan, tetapi juga memperluas kepesertaan, terutama karena semakin banyak masyarakat bekerja mandiri dan berada di sektor informal.

Friderica menekankan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pada masa pensiun membutuhkan sinergi pemerintah, industri, pemberi kerja, penyelenggara program pensiun dan masyarakat.

Baca Juga:
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penguatan dana pensiun membutuhkan peningkatan replacement ratio atau rasio penggantian pendapatan setelah pensiun melalui perluasan kepesertaan, kesinambungan iuran dan pengelolaan investasi yang prudent.

Menurut Ogi, persiapan dana pensiun semakin penting karena masyarakat tetap menghadapi biaya kesehatan, perawatan jangka panjang, tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari saat memasuki usia lanjut.

BPS menyatakan Indonesia sejak 2021 telah memasuki fase ageing population, dengan sekitar satu dari 10 penduduk merupakan lanjut usia.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut Indonesia memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja, dengan sekitar 60% di antaranya berada di sektor informal, sehingga perluasan perlindungan sosial menjadi perhatian pemerintah.

Selama Bulan Dana Pensiun 2026, penyelenggara program pensiun akan melaksanakan lebih dari 104 kegiatan literasi dan inklusi di berbagai daerah, meliputi edukasi, seminar, webinar, konsultasi perencanaan pensiun dan perluasan kepesertaan.

Friderica menyebut tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai sekitar 69% dan inklusi 93%, namun khusus dana pensiun baru sekitar 22%.

Karena itu, OJK mengajak masyarakat menghitung kebutuhan masa tua, mulai menyisihkan penghasilan sejak dini dan memilih program pensiun yang legal serta sesuai kebutuhan.(*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Miranda Goeltom dan Ketua OJK Diperiksa KPK Terkait Kasus Century
Klaim Asuransi Telat Cair, Nasabah Bumiputera Solo dan Purwokerto Lapor OJK
Ini Cara OJK Permudah BUMD dan UKM Masuk Pasar Modal
Soal Ekonomi Dunia, Bos OJK: Lagi Goyang
BPK: OJK Harus Bayar Utang Pajak Rp 901 Miliar
Diguncang Gempa, OJK Kaji Kebijakan Khusus Industri Keuangan di Lombok
komentar
beritaTerbaru