Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 08 Oktober 2026

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Pemprov Sumut Intervensi Pasokan dari Simalungun

Danres Saragih - Selasa, 06 Oktober 2026 12:57 WIB
634 view
Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Pemprov Sumut Intervensi Pasokan dari Simalungun
Foto: harianSIB.com/Danres Saragih
KONPRES: Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Evan Botung Daulay memberikan penjelasan pada konferensi pers, Selasa (6/10/2026) di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Medan.

Medan(harianSIB.com)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melakukan intervensi untuk menjaga harga cabai merah yang saat ini mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram. Intervensi dilakukan dengan menyerap hasil panen cabai petani di Kabupaten Simalungun untuk memenuhi kebutuhan pasar di Sumut.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Evan Botung Daulay mengatakan, tingginya harga cabai saat ini bukan disebabkan kekurangan pasokan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumut justru masih mengalami surplus komoditas pangan, termasuk cabai dan beras.

"Sumut ini merupakan daerah surplus sekaligus pemasok. Jadi, untuk cabai tidak perlu lagi mendatangkan dari Pulau Jawa karena pasokan kita di Sumut masih cukup," kata Evan dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, saat ini sejumlah sentra produksi cabai di Sumut, termasuk Simalungun, tengah memasuki masa panen. Kondisi tersebut dimanfaatkan Pemprov Sumut untuk melakukan intervensi melalui pembelian hasil panen petani.

Baca Juga:

Pemprov Sumut akan membeli cabai merah dari Batubara untuk memastikan kebutuhan pasar di dalam provinsi terlebih dahulu terpenuhi. Setelah pasokan di Sumut dinilai mencukupi, barulah petani dapat kembali menjual komoditas tersebut ke luar daerah.

"Membeli cabai dari Simalungun ini merupakan bagian dari intervensi Pemprov Sumut untuk menjaga harga cabai merah. Kita pastikan kebutuhan di Sumut terpenuhi terlebih dahulu, setelah cukup baru bisa dijual ke luar Sumut," ujarnya.

Evan menegaskan, pengendalian harga kebutuhan pokok tidak dapat dilakukan oleh Biro Perekonomian secara sendiri. Pemprov Sumut terus berkoordinasi dengan Perum Bulog, Bank Indonesia (BI), serta sejumlah instansi dan pihak terkait lainnya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga melakukan pengawasan harga di pasar. Setiap muncul indikasi kenaikan harga yang tidak sejalan dengan kondisi pasokan, pemerintah langsung melakukan intervensi.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkoordinasi dengan Bulog dan instansi lainnya. Yang kami lakukan adalah intervensi harga, sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di pasar," kata Evan.

Pemprov Sumut juga telah bekerja sama dengan sejumlah pasar untuk menggelar operasi pasar. Kegiatan tersebut direncanakan mulai dilakukan pada pekan depan sebagai langkah antisipasi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Mulai minggu depan kami akan melakukan operasi pasar. Tujuannya untuk mengintervensi harga menjelang Nataru," ujarnya.

Baca Juga:

Selain cabai, intervensi juga dilakukan terhadap sejumlah komoditas pangan lainnya, termasuk beras dan ayam potong. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Bulog dan Bank Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi.

Evan menyebut upaya pengendalian harga yang dilakukan pemerintah turut berkontribusi terhadap rendahnya inflasi Sumut dalam dua bulan terakhir. Menurutnya, Sumut tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.

Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan setiap hari. Sebab, kenaikan harga dapat terjadi meski secara umum pasokan komoditas masih mencukupi.

"Walaupun pasokan tersedia, tetap ada pihak yang menaikkan harga. Karena itu kami terus melakukan pengawasan setiap hari agar pasokan tetap tersedia di pasar. Begitu ada isu atau indikasi kenaikan harga, kami langsung melakukan intervensi," pungkasnya. (**)

Baca Juga:
Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dilantik Wagubsu Bersama 188 Pejabat Administrator dan Pengawas, M Syahrizal Damanik Jadi Kacabdis Wilayah VI
Jalan Penghubung 4 Dusun di Sibangun Mariah Simalungun Rusak Parah
Bupati Simalungun Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus MUI
Terlibat Narkoba, Dua Pria Diamankan Polres Simalungun
Harga Cabai Merah Kembali Sentuh Rp100.000 per Kg
Cabai Masih Bertahan Mahal, Pasar Sepi
komentar
beritaTerbaru