Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Musim Kemarau “Momok” Menakutkan Bagi Petani di Tebingtinggi

- Kamis, 20 Februari 2014 20:16 WIB
737 view
Musim Kemarau  “Momok” Menakutkan Bagi Petani di Tebingtinggi
Tebingtinggi (SIB)- Musim kemarau yang melanda Kota Tebingtinggi 2  bulan terakhir  jadi momok  menakutkan bagi para petani. Pasalnya sawah mereka saat ini sudah hampir dua minggu tidak terendam air. Jika hal ini berlangsung hingga bulan Maret nanti maka dipastikan akan mempengaruhi hasil panen petani.

“Setelah diberitakan SIB masalah pupuk subsidi sudah aman dan tidak ada masalah lagi di tempatnya, sekarang yang jadi masalah adalah  air, jika  musim kemarau ini berlangsung hingga Maret nanti maka dipastikan akan mempengaruhi hasil panen kita. ”ujar T Siagian  (72) warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Bajenis, saat dijumpai SIB di persawahannya, Rabu (19/2/2014).

Ditambahkannya,  selama  musim kemarau berlangsung   setidaknya sudah cukup meresahkan para petani.  Persawahan yang ditanami padi sudah  memasuki bulan kedua,  kini dilanda kekeringan dan jika berlangsung hingga Maret nanti maka  akan terancam gagal panen.

“Luas sawah di areal kita ini ada sekitar 40 Ha, menurutnya kekeringan ini bukan main-main, sebab setiap satu hari  areal persawahan yang kering jumlahnya terus bertambah dan meluas sehingga semakin membuat waswas petani, “jelas T Siagian.

T.Siagian berharap kepada  Pemko Tebingtinggi dalam hal ini Dinas Pertanian agar membantu petani dalam hal penyediaan pompa air, mana kala musim kemarau  ini berlanjut sampai padi berbunga, “Air sangat kita butuhkan pada  padi ‘boltok’ (bunting), jika saat itu tidak ada air maka saya pastikan panen gagal atau puso. Untuk itu kita minta kesedian Dinas Pertanian untuk membatu petani,” ujarnya.

(C16/w)

 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru