Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Nilai Ekspor Pertanian dan Pertambangan Turun di Sumut

- Kamis, 20 Februari 2014 20:18 WIB
407 view
Nilai Ekspor Pertanian dan Pertambangan Turun di Sumut
Medan (SIB)- Hingga triwulan Januari 2014, nilai ekspor komoditas hasil pertanian dan pertambangan Sumatera Utara (Sumut) mencapai US$ 385,9 miliar dengan volume 407,6 ton. Secara year on year (yoy), nilai ekspor itu turun sekitar 6,34%  pada periode 2014.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia, saat diwawancarai di ruang kerjanya di Medan, Selasa (18/2/2014).

“Nilai ekspor beberapa komoditas hasil pertanian dan pertambangan di Sumut pada Januari 2014 mengalami penurunan. Meski volumenya terjadi kenaikan sedikit karena permintaan yang meningkat dari buyer,” kata Fitra.

Berdasarkan data Surat Keterangan Asal (SKA) dari Disperindag Sumut, komoditas yang diekspor di antaranya biji coklat, teh (hitam), hortikultura mencakup cabai kering, kacang tanah, asam jawa, dan bibit tanaman, hasil hutan bukan kayu  mencakup kopi arabica, kopi instan, kopin robusta, rempah-rempah, biji pinang, minyak atsiri, CPO dan turunannya serta karet, hasil laut mencakup ikan hias dan ikan nila dan udang. Selain itu paha kodok, minyak kelapa, tembakau scrap, dan komoditas rempah-rempah.

Nilai ekspor Sumut yang turun dipengaruhi beberapa komoditas yang mengalami penurunan nilai seperti karet sebesar 12,7% dengan nilai US$ 49,44 juta dengan volume 21,411,700 ton dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 56,658 juta dan volume 20,030,354 ton. Kemudian, komoditas hortikultura turun 76,9% dari nilai US$ 2,496 juta dan volume 1,054,321 ton, sedangkan pada tahun 2013, holtikultura untuk nilai  US$ 3,418 juta dan volume 6,333 ton.

"Tapi tidak semua ekspor pertanian yang mengalami penurunan, untuk ekspor hasil udang mengalami kenaikkan  211,3% dengan nilai  US$ 26,401 juta dengan volume 1,449,209  ton, sebelumnya US$ 8,480  juta dan volume 1,033 ton,"ujar Fitra.

Dijelaskannya, beberapa komoditas yang diekspor Sumut memang mengajukan pengiriman dengan SKA ke masing-masing negara buyer. Untuk negara tujuan ekspor berbeda-beda sesuai komoditas yang dipasarkan.

"Pasar ekspor Sumut sudah terbuka lebar, terutama banyak dipasarkan ke negara-negara kawasan ASEAN, Asia dan Eropa. Negara tujuan tersebut diantaranya Malaysia, Singapura, China, Spanyol, Thailand, Jerman, Amerika Serikat, Taiwan, India, Jepang, Inggris, Vietnam, Hongkong, Brazil, Turki, Italia dan lainnya," ujarnya.

(DIK5/x)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru