Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Pasca Erupsi Sinabung, Produk Alsintan, Cangkul, Babat Hingga Pompa, Marak Order

- Jumat, 21 Februari 2014 14:54 WIB
646 view
Pasca Erupsi Sinabung, Produk Alsintan, Cangkul, Babat Hingga Pompa, Marak Order
Medan (SIB)- Produk alat-alat kerja petani seperti cangkul, babat, pompa penyiram tanaman, beko dorong danĀ  sejumlah alat-alar mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor tangan (hand tractor), mesin pompa air , tampak mulai kebanjiran order untuk perlengkapan dan kesiapan aksi pemulihan sektor pertanian daerah Karo pasca bencana erupsi Gunung Sinabung.

Sejumlah pengusaha atau kalangan produsen alat kerja tani dari sektor usaha kecil menengah (UKM), misalnya pelaku pandai besi yang membuat babat, cangkul dan parang , yang di Medan, dalam satu pertemuan informal menyebutkan pesanan barang-barang tersebut memang masih bersifat konfirmasi harga dan jumlah yang disanggupi untuk pesanan partai besar.

"Untuk mempercepat proses dan program pemulihan pertanian di Karo pasca erupsi atau bencana letusan Gunung Sinabung, pihak tim pemulihan memang telah memesan sejumlah alatĀ  pertanian atau Alsintan kepada pihak distributor dan produsen. Tahap pertama akan dipesan masing-masing 3.000 unit alat itu seperti cangkul, babat, parang dan pompa. Ordernya memang masih sebatas tanya atau konfirmasi harga, tapi penawaran sudah marak dari berbagai pihak sehingga peluang ini menjadi proyek," ujar Valora Tarigan dan Ronald Tobing dari kalangan usahawan UKM tersebut kepada pers di Medan, Kamis (20/2).

Mereka mengutarakan itu sesaat akan berangkat ke Kabanjahe untuk bertemu dengan calon mitra kerja pengadaan barang atau alat-alat tersebut, untuk kemudian menuju Posko Utama Bencana Sinabung di Kompleks Kantor Kodim 0205 Tanah Karo di Desa Raya, untuk konfirmasi lanjut tentang rencana pemesanan barang itu kepada pihak atau petugas BNPB yang menangangi unit pemulihan sektor pertanian tersebut.

Di lain pihak, beberapa pengusaha dari kalangan dealer atau toko penyalur alsintan seperti traktor tangan di Medan, juga mengakui telah dihubungi beberapa pihak secara terpisah yang menanyakan harga, merek, jumlah stok, tipe (kekuatan PK mesin ), dari mesin traktor tangan tersebut, untuk keperluan pemulihan sektor pertanian Karo di kawasan Sinabung.

"Marak atau ramainya masih sebatas tanya dan minta daftar merek dan harga saja. Memang ada peluang ordernya akan jadi karena katanya mendesak. Tapi ketika kami tawarkan untuk order yang sifatnya pengadaan secara kolektif agar bisa menyediakan barang sejumlah yang diminta, agar lebih cepat dan harga bisa di-diskon sedikit, ee... tiba-tiba dibilang kalau untuk sifatnya pengadaan sudah diatur dari Jakarta. Apakah ini seperti monopoli dan daerah hanya dapat order barang kecil seperti cangkul babat saja, tak taulah," ujar Hasyim, seorang pengusaha toko (dealer), bersama rekannya seorang rekanan pengadaan barang, Buha Rambe Purba SE.

Sementara itu, Sekda Kab. Karo dr Sabrina Tarigan MARS yang dikonfirmasi SIB melalui telepon selulernya, langsung membantah adanya indikasi tindak monopoli pekerjaan atau paket dalam proses pengadaan alat-alat pertanian atau alat mesin tani (Alsintan) dalam program pemulihan sektor pertanian Karo pasca erupsi Sinabung tersebut.

"Tak ada (indikasi monopoli) itu. Semuanya dilakukan dengan kerja sama dan saling melibatkan antara pihak Pemkab Karo, BNPB dan pihak terkait. Semua transparan apa-apa saja yang diperlukan atau dibeli, berapa banyak dan untuk pertanian apa saja. Kerja sama semua, ya...." katanya. (A5/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru