Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

BKPM Tawarkan 11 Proyek Infrastruktur ke China

- Kamis, 13 Maret 2014 17:08 WIB
487 view
BKPM Tawarkan 11 Proyek Infrastruktur ke China
Beijing (SIB)- Badan Koordinasi Penanaman Modal menawarkan sebanyak 11 proyek infrastruktur ke beberapa negara, termasuk China, pada Rabu.

Wakil Direktur Perencaan Investasi BKPM Tambak P. Hutapea saat bertemu dengan sekitar 100 pengusaha China di Beijing mengatakan," Berdasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010--2014, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen per tahun pada tahun 2014, Indonesia membutuhkan investasi hingga 1,33 triliun dolar AS."

Investasi tersebut, kata dia, antara lain diperlukan untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai 204,6 miliar dolar AS.

"Dari kebutuhan biaya itu, Pemerintah hanya dapat mengalokasikan dana sebesar 59,5 miliar dolar AS," ungkapnya.

Tambak menegaskan bahwa infrastruktur sangat mendasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, bisnis yang kompetitif. Kami membutuhkan infrastruktur yang berkualitas guna mendukung mobilitas barang dan jasa, penciptaan lapangan pekerjaan serta pemerataan kesejahteraan.

Namun, lanjut dia, kemampuan pemerintah Indonesia untuk membangun seluruh infrastruktur yang dibutuhkan terbatas. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng swasta dan investor dari luar, termasuk mengundang dari China.

Tambak menyebutkan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah disiapkan untuk digarap adalah jalan tol, jalur rel kereta api, pelabuhan, bandara, sistem pasokan air bersih, pengelolaan sampah, listrik, dan pengembangan energi terbarukan.      

"Dari sekian banyak proyek itu, ada 11 yang akan ditawarkan, antara lain Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Jawa Barat), jalur kereta api Bandara Internasional Soekarno Hatta-Jakarta, jalan tol Bitung-Manado (Sulawesi Utara), tol Balikpapan-Samarinda, dan pengelolaan sampah Solo, Jawa Tengah," katanya.

Sejumlah proyek yang ditawarkan tersebut, kata Tambak, sudah melalui studi kelayakan untuk ditawarkan kepada investor, termasuk segala kendala yang mungkin dihadapi.

"Dan, semua proyek itu nanti akan dijalankan dalam skema kemitraan pemerintah-swasta atau KPS," katanya. (Ant/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru