Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Menjamurnya Kedai Kelontong Perantau Asal Aceh di Medan, Sinyal Kuat Pergeseran Peta Kekuatan Ekonomi Lokal

Firdaus Peranginangin - Selasa, 30 Juni 2026 14:26 WIB
113 view
Menjamurnya Kedai Kelontong Perantau Asal Aceh di Medan, Sinyal Kuat Pergeseran Peta Kekuatan Ekonomi Lokal
Foto harianSIB.com/Firdaus
Ebenejer Sitorus SE MM

Medan(harianSIB.com)

Menjamurnya usaha kedai kelontong milik perantau asal Aceh di berbagai sudut Kota Medan kini menjadi perhatian serius. Fenomena ini dinilai bukan sekadar pertumbuhan usaha kecil, tetapi bisa menjadi sinyal kuat pergeseran peta kekuatan ekonomi lokal, jika tidak diantisipasi sejak dini.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Sumut Ebenejer Sitorus SE MM kepada wartawan, Selasa (30/6/2026) melalui telepon dari Medan sembari mengatakan, perkembangan pesat usaha perantau Aceh di sektor perdagangan menunjukkan tingginya daya saing, solidaritas, dan ketekunan dalam membangun jaringan ekonomi di Sumut.

"Ini harus dilihat sebagai realita ekonomi. Hari ini mungkin hanya kedai kelontong, tapi kalau terus berkembang dan terorganisir, bukan tidak mungkin suatu saat mereka bisa menguasai sektor perdagangan dan ekonomi di Medan, bahkan Sumatera Utara," ujar Ebenejer.

Menurutnya, fenomena itu sejatinya menjadi alarm bagi pelaku usaha lokal agar tidak kalah bersaing di daerah sendiri, karena persaingan usaha hal wajar, namun masyarakat lokal juga harus memiliki semangat yang sama dalam membangun kemandirian ekonomi.

Baca Juga:
Seperti diberitakan SIB, Selasa (30/6/2026), di sejumlah kawasan seperti Medan Johor, Sunggal, Tanjung Anom, Kampung Lalang hingga Marendal, kedai-kedai yang dikenal masyarakat sebagai "Kedai Sampah Aceh" kini semakin mudah ditemukan. Warung-warung tersebut menjual berbagai kebutuhan pokok mulai dari sayur, ikan, cabai, bawang, beras hingga kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga yang relatif terjangkau.

Ebenejer menilai keberhasilan para perantau Aceh tidak terlepas dari budaya kerja keras, kekompakan, dan keberanian mengambil peluang usaha. Warga Sumut perlu belajar dari pola mereka yang datang merantau, membangun jaringan, saling menopang, dan akhirnya tumbuh kuat. Ini bukan soal ancaman, tapi tantangan bagi masyarakat lokal agar lebih kreatif dan berani berusaha.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kuasa Hukum Kerajaan Nagur Bolag Protes Tindakan Represif PT BSRE Terhadap Warga Sipispis
Bupati Simalungun Berharap Kemitraan antara SPPG dan Pelaku Usaha Dibangun Secara Kuat
Kejari Gunungsitoli Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Perlindungan Pekerja
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Pencairan Kredit
Pengusaha THM Ditangkap di Bandung, BNNP Sumut Musnahkan Narkoba Hasil Ungkap Empat Kasus
Sekelompok Pria Tak Dikenal Serang Perusahaan Angkutan Barang di Belawan
komentar
beritaTerbaru