Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Tingginya Kredit Macet Perbankan di Sumut, NPL Bank di Atas 3 Persen Diminta Lebih Diawasi

- Senin, 18 Januari 2016 14:18 WIB
290 view
Tingginya Kredit Macet Perbankan di Sumut, NPL Bank di Atas 3 Persen Diminta Lebih Diawasi
Medan(SIB)- Tingginya kredit macet perbankan di wilayah Sumatera Utara yang mendekati 3% sudah menjadi lampu kuning dan perlu perhatian serta penanganan secara khusus. Memang tidak semua bank mengalami kinerja NPL yang memburuk. Namun dengan NPL yang mendekati 3% tersebut, tentunya ada sejumlah bank yang NPLnya lebih dari 7%, ujar ekonom Gunawan Benyamin kepada wartawan, Jumat (15/1).

Menurutnya, angka 3% merupakan angka yang krusial, karena dengan angka sebesar ini maka bank yang memiliki NPL di atas 3% akan lebih diawasi dan tentunya penyaluran kreditnya berpotensi mengalami penurunan. “Jika NPL terus bertahan tinggi, maka yang dirugikan adalah laba perusahaan itu sendiri,” ujar Gun tanpa bersedia mengungkapkan bank yang NPLnya 3 % atau pun di atas angka ini. Katanya, semakin besar NPL semakin banyak dana yang harus dicadangkan, sehingga laba bisa tergerus. Ini tentunya bukan merupakan kabar baik.

Nantinya, sejumlah perbankan yang tengah menghadapi masalah tingginya NPL tersebut akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Ujung-ujungnya penyaluran kredit di wilayah Sumut menjadi tidak optimal. Di sisi lain, perbankan juga akan mengeluarkan biaya tambahan untuk menyelesaikan kredit yang bermasalah tersebut. Jika berkaca kepada penurunan daya beli dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, maka potensi kredit macet di propinsi ini berpeluang meningkat.

Ia mengatakan, meskipun melihat adanya ancaman kredit bermasalah di perbankan Sumut, namun diharapkan agar perbankan tetap memperbesar volume bisnisnya. Jangan karena NPL tinggi, pertumbuhan melambat, selanjutnya bank hanya fokus pada pencapaian keuntungan atau net interest margin (NIM). Dia juga menambahkan, di tengah kondisi pereknomian yang serba sulit saat ini, maka yang paling rasional dan paling baik untuk menambah akselerasinya yakni dengan tetap menyalurkan kredit.

“Prinsip kehati-hatian boleh saja, namun jangan terlalu takut untuk menyalurkan kredit di tahun 2016 ini,” ujarnya. Yang penting kuncinya ada pada analis kredit di bank masing- masing. Sesulit apapun kondisi perekonomian saat ini, tentunya masih ada celah untuk melihat potensi-potensi bisnis yang bisa dibiayai, imbuhnya. (A2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru