Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 05 Juni 2026

Tahun 2017, Proyek Jembatan Layang Batu Lubang akan Dimulai

- Senin, 05 September 2016 10:38 WIB
824 view
Tahun 2017, Proyek Jembatan Layang Batu Lubang akan Dimulai
Tapteng (SIB)- Proyek pembangunan jembatan layang menyerupai jembatan Barelang di Batam akan segera di mulai akhir Tahun 2017. Rekayasa engineering saat ini sudah dipersiapakan dan pembiayaannya akan ditampung di APBN tahun 2017.

Penjelasan itu disampaikan pihak Balai Besar Pembangunan Jalan Jembatan Nasional (BBPJJN) 2 Sumut- Riau saat melakukan pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah  pada review design jembatan Batu Lubang Tapteng, untuk menyerap masukan terkait rencana rancang bangun jembatan yang diperkirakan akan menelan biaya  triliunan rupiah tersebut.

"Jika proyek ini jadi akan menjadi yang pertama di Asia, sebab baru dilakukan di Swis Eropa, namun akan menyerupai jembatan Barelang  yang berada di daerah otorita Batam,"kata Buyung Sitompul, dari pihak perencana BPPJJN 2 Sumut- Riau, Kamis ( 1/9) di Ruang Rajawali Kantor Bupati di Pandan.

Pembangunan jembatan layang ini akan menyelaraskan hambatan lalulintas yang terjadi saat ini pada ruas jalan nasional Link 070 Batas Tapanuli Utara -Batas Kabupaten Tapanuli Tengah pada tikungan Batu Lubang di kilometer 7 sampai kilometer 8, sehingga aspek keselamatan, keamanan, sosial-ekonomi dan aspek lingkungan dapat terpenuhi dengan memperhatikan aspek teknis meliputi struktur, geotektik, geomorfologi, geologi dan lain-lain.

Sementara pihak PT Sitra Diecona sebagai perancang konstruksi menerangkan, penyangga jembatan direncanakan akan menggunakan angker (baja) yang akan tertancap ke perbukitan (dinding)  di sekitar Batu Lubang, jembatan  tidak akan menggunakan  penyangga di bawah bangunan.

Eksistensi Batu Lubang sendiri tidak akan terganggu, bahkan direncanakan akan mengakomodir sejumlah kearifan lokal dengan menonjolkan kekayaan budaya.
"Kita patut bersyukur jika proyek ini berjalan, sebab bukan hanya sekadar jembatan, tetapi rancang bangunnya akan mampu menjadi ikon dan destinasi wisata di wilayah Tapteng. " Jangan masuk ke Tapteng jika belum singgah di jembatan Batu Lubang," tandas Buyung Sitompul , mempresentasikan rencana proyek nasional tersebut.

Proyek Jalur Rampah Poriaha
Di sisi lain, proyek yang direncanakan mulai Oktober 2017 ini sangat tergantung terhadap rampung tidaknya proyek jalan di Jalur Rampah-Poriaha.

"Jika proyek sudah berjalan, lokasi Batu Lubang akan ditutup, maka jalur satu-satunya adalah Jalan  Rampah-Poriaha yang saat ini masih tahap pekerjaan," kata Buyung Sitompul.

Hanya saja,  pada pertemuan tersebut terungkap bahwa masalah pembebasan tanah masih menjadi kendala utama di Jalur Rampah Poriaha. Masalah baru juga timbul yakni,  pelaksanaan  blasting (peledakan) terhadap sejumlah titik untuk meluruskan eksisting yang terjal dan berliku.

Sekdakab Tapteng Hendri Susanto Lumbantonbing ketika ditanya SIB menyatakan, pihaknya saat ini selalu berupaya melakukan sosialisasi terhadap pemilik tanah di sana. Namun dia tidak merinci kapan masalah tersebut dapat diselesaikan. "Kita juga butuh bantuan teman-teman untuk memberikan pemahaman kepada masayarakat,"katanya.

Sementara pihak BBPJN Sumut -Riau menyebutkan, blasting hingga saat ini belum dilakukan karena masih menunggu petunjuk pelaksanaan terkait peledakan.

Pada pertemuan tersebut muncul sejumlah masukan kepada pihak BBPJJN 2 Sumut-Riau sebelum memulai proyek. Menjaga eksistensi sejarah yang membalut Batu Lubang dan sosialisasi  kepada pemilik tanah yang berada di tebing (perbukitan) dan jurang di lokasi Batu Lubang sangat diperlukan.

Selain dihadiri masyarakat, sejumlah pejabat juga hadir dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga di antaranya,  Kadis PU Tapteng Harmi Marpaung, Kepala Bapeda Sibolga Carlie Sinambela, Asisten I Pemko Sibolga Basar Sibarani, Kadis  Pertanahan Tapteng Erwin Marpaung, pimpinan Satker PPK 12, PPK 11 dan Dinas Tarukim Sumut. (E06/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru