Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026
Diduga Terlilit Utang

Stok Obat di RSUD Sidikalang Kosong, Operasi Persalinan Tertunda

- Selasa, 11 April 2017 09:36 WIB
4.399 view
Stok Obat di RSUD Sidikalang Kosong, Operasi Persalinan Tertunda
SIB/Edison Parulian Malau
BARU : Spanduk berisi pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten Dairi, terpampang dengan jelas bahwa RSUD Sidikalang melayani JKN, KIS tanpa biaya tambahan. Spanduk tersebut diduga baru dipasang Senin (10/4) sekira pukul 17.30 WIB.
Sidikalang (SIB) -Sebanyak 5 pasien yang akan melakukan operasi persalinan tertunda satu hari penuh, Senin (10/4), karena ketidaktersediaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang. Walau sudah dilakukan berbagai usaha untuk mendapatkan obat yang sudah disarankan dokter yang akan melakukan operasi, namun hingga pukul 16.00 Wib, obat yang direkomendasikan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak ada.

Salah seorang dokter yang akan melakukan operasi, dr Saut Simanjuntak SObgyn kepada wartawan SIB, Senin (10/4) mengakui adanya penundaan pelaksanaan operasi karena ketiadaan obat yang akan dia pergunakan. Diakuinya, ia telah mempertanyakan hal tersebut kepada pihak manajemen RSUD Sidikalang.

"Seharusnya dan sesuai jadwal, pasien bersalin operasi pagi hari tadi. Setelah obat yang akan dipergunakan dimintakan oleh pasien ke Apotik RS tidak ada, kami telah mencoba komunikasi dengan pihak manajemen, namun tidak menemukan solusi," ujarnya.

Ditambahkan Simanjuntak, para keluarga pasien resah dan mendesak dirinya untuk segera melakukan operasi. Namun Simanjuntak tidak berani melakukan operasi, karena obat tidak ada.

"Kami telah berusaha memberikan keterangan kepada keluarga pasien, namun mereka mendesak. Kami juga sudah menyampaikan, kalau kami tidak berani kerja tanpa dukungan alat dan sarana yang dipergunakan. Sebahagian pasien ada yang pulang dan sebagian lagi sudah meminta rujukan ke RS lain," ujarnya.

Direktur RSUD Sidikalang dr Henry Manik MKes ketika dikonfirmasi SIB, Senin (10/4) melalui telepon seluler mengakui kekosongan stok obat di apotik RSUD.
Disebutkan Manik, pihak rekanan tidak mau memberikan obat kalau seluruh hutang yang ada saat ini tidak dilunasi.

"Saat ini, obat tersebut sedang diusahakan Tata Usaha. Ketersediaan obat disebabkan adanya hutang RS ke pihak rekanan, sehingga mereka tidak mau memberikan obat kalau belum dilunasi," ujarnya dan mengakui tidak mengetahui persis nominal hutang RS milik pemerintah tersebut.

Tata Usaha (TU) RSUD Sidikalang, Lilis DP MKes ketika dikonfirmasi di ruangannya tidak berhasil. Dua orang stafnya yang berjaga di pintu masuk memberikan 3 pernyataan berbeda. Awalnya staf menyebutkan, bahwa TU mereka sedang istirahat dan makan. Kedua kalinya, mereka menyatakan sedang berada di farmasi atau apotik, serta ketiga kalinya menyebutkan sedang keluar mencari obat.

"Kami tidak ada menutupinya. Itulah informasi yang kami dapat tentang keberadaan ibu itu, jadi itu yang kami sampaikan," ujar keduanya dan mengaku bahwa Direktur RSUD Sidikalang sedang dinas luar ke Medan.

Informasi dari berbagai sumber, bahwa RSUD Sidikalang saat ini terlilit hutang lebih kurang Rp. 7 M, sehingga seluruh pihak rekanan yang biasa bekerjasama dengan RSUD Sidikalang tidak bersedia lagi memberikan obat. Petugas apotik juga mengakui kekosongan beberapa obat yang biasa dipergunakan untuk pasien. (B04/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru