Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Donald Trump Ancam Hentikan Konferensi Pers di Gedung Putih

- Senin, 15 Mei 2017 12:12 WIB
482 view
Washington (SIB)- Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan media jauh dari mesra, bahkan sejak awal ia berkuasa di Gedung Putih. Mula-mula, miliarder nyentrik itu menyerang pemberitaan yang menyebut, mereka yang hadir dalam pelantikannya kalah banyak dibanding saat Barack Obama mengucap sumpah pada 2009 dan 2013.

Trump kerap menyerang media dalam jumpa pers, ia juga tak hadir dalam acara makan malam tahunan jurnalis Gedung Putih. Dan kini, suami Melania itu bahkan mengancam akan menghentikan briefing pers (press briefing) yang diadakan tiap hari di Gedung Putih.

"Mungkin hal terbaik yang harus dilakukan adalah membatalkan semua press briefing yang akan datang dan memberikan jawaban tertulis demi akurasi???," kata Trump dalam akun twitter pribadinya, @realDonaldTrump, Sabtu (13/5). Sebelumnya, juga lewat Twitter, Trump mengatakan bahwa karena kesibukannya menjalankan pemerintahan, stafnya tidak bisa diharapkan untuk memberikan informasi dengan akurasi yang sempurna saat berdiri di podium.

Asosiasi Koresponden Gedung Putih dengan cepat mengutuk usulan itu, dan menekankan pentingnya briefing pers. "Pertemuan Gedung Putih dan jumpa pers memberikan kesempatan besar dan simbolis bagi para wartawan untuk mengajukan pertanyaan kepada pejabat di tingkat tertinggi pemerintah Amerika," kata ketua asosiasi, Jeff Mason, dalam sebuah pernyataan.

"Menghilangkan briefing akan mengurangi pertanggungjawaban, transparansi, dan kesempatan bagi warga Amerika untuk melihat bahwa dalam sistem politik di Amerika, tidak ada tokoh politik yang tidak bisa ditanyai," tambahnya.

Pernyataan Trump dikeluarkan setelah juru bicara Gedung Putih Sean Spicer, Deputy Press Secretary Sarah Huckabee Sanders, Wapres Mike Pence, dan dirinya sendiri mengeluarkan pernyataan saling bertentangan tentang mengapa mantan Direktur FBI James Comey dipecat.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menjelaskan maksud pernyataannya yang ditentang para jurnalis itu. "Tak akan ada konferensi pers, kita hanya tak akan melakukannya. Kecuali jika aku sendiri yang menyampaikannya setiap dua pekan," kata dia. "Kupikir itu ide bagus." Donald Trump sudah menentang media sejak awal kampanyenya, kala itu capres Republik tersebut sering menuduh jaringan kantor berita besar menyebarkan "berita palsu".

Terkait pengganti Direktur FBI James Comey, Trump mengatakan dirinya akan segera menunjuk direktur yang baru. Ia menyebut kemungkinan menunjuk pengganti Comey bisa dilakukan sebelum melakukan perjalanan dinasnya ke luar negeri minggu depan.

"Sebenarnya itu mungkin," kata Trump di Air Force One sebelum berangkat ke Lynchburg, Virginia, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (14/5).Ia mengatakan, proses pergantian Direktur FBI ini akan cepat. Bahkan dia telah mempertimbangkan beberapa nama yang populer."Mereka (para kandidat) telah diperiksa selama masa hidup mereka pada dasarnya, tapi orang-orang yang sangat dihormati, sangat berbakat, dan itulah yang kami inginkan untuk FBI," ujarnya.

Atas peristiwa pemecatan Comey yang secara mendadak tersebut, Trump mendapat banyak kritikan. Momen pemecatan yang bertepatan dengan penyelidikan atas kasus dugaan intervensi Rusia dalam Pilpres AS tersebut dianggap kurang tepat. Meskipun sebagai Presiden AS, Trump memiliki wewenang untuk memecat Direktur FBI dengan alasan apapun.Gedung Putih sendiri membantah pemecatan itu berkaitan dengan penyelidikan FBI atas intervensi Rusia dalam Pilpres AS. Trump juga membantah dirinya dan tim kampanyenya bersekongkol dengan Rusia saat pilpres. (Detikcom/VoA/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru