Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Presiden Ajak Umat Islam Kembangkan Demokrasi Beretika

*Menag : Stigma Islam Agama Kekerasan Harus Dihilangkan
- Jumat, 17 Januari 2014 10:34 WIB
461 view
Presiden Ajak Umat Islam Kembangkan Demokrasi Beretika
SIB/Int
Presiden SBY didampingi Menag Surya Dharma Ali saat peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa hari lalu di jakarta
Jakarta (SIB)- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak umat Islam kembangkan demokrasi beretika sebagai salah satu kontribusi bagi kemajuan politik nasional khususnya dalam tahun politik 2014.

"Tahun 2014 sebagai tahun politik saya ajak saudara di Tanah Air berpartisipasi dalam pemilu bangun demokrasi yang tertib dan beretika," kata Presiden dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara Jakarta, Rabu malam.

Kepala Negara mengajak untuk meneladani sikap kepemimpinan Rasulullah SAW yang mendorong terciptanya kerukunan dan juga toleransi antara golongan di Madinah.

"Apa yang dijalankan di Madinah menjadi inspirasi bagi kita masyarakat yang pluralis tapi bisa hidup harmonis, bersifat santun dan beretika," kata Presiden.
Ditambahkan Presiden, “Sebagai sebuah bangsa besar di dunia kita harus bisa bangun kehidupan berbangsa negara yang teduh dan mengayomi. Saya ajak kaum Muslimin untuk tanamkan nilai ajaran Islam yang penuh kedamaian, jauhkan ajaran yang menyimpang dan sesat."

Tanamkan Keadilan
Sementara itu Rektor Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat dalam ceramahnya menyampaikan agar meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW termasuk menegakkan keadilan.

"Keimanan dan keilmuan seseorang belum cukup bila belum menegakkan keadilan. Jangan menegakkan prinsip keadilan karena emosi senang atau tidak senang pada kelompok," kata Komaruddin.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Pancasila yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bisa memiliki peran yang sama seperti piagam Madinah untuk mendorong masyarakat yang hidup rukun, toleran dan memiliki hak dan kewajiban yang sama meski berbeda keyakinan dan suku.

Peringatan yang dilangsungkan mulai pukul 20.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ny Herawati Boediono.

Dalam acara yang dihadiri oleh para duta besar negara sahabat juga hadir para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, serta pimpinan lembaga negara.
Menteri Agama Suryadharma Ali mendampingi Presiden dalam acara tersebut. Juga tampak hadir Ketua DPD RI Irman Gusman.

Menag : Stigma Islam Agama Kekerasan Harus Dihilangkan
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan Islam sebagai agama kekerasan dan mendukung terorisme harus dihilangkan karena stigma itu sangat merugikan Islam.

"Islam justru agama yang menentang kekerasan dan menimbulkan perdamaian," kata Menag saat meresmikan pengalihan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ternate menjadi Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate di Ternate, Jumat.

Menurut Menag, seluruh umat Islam, termasuk mahasiswa STAIN dan IAIN harus menjadi barisan terdepan untuk menghilangkan stigma negatif mengenai Islam tersebut, dengan cara terus memberikan pemahaman kepada berbagai pihak bahwa Islam itu adalah agama yang menentang kekerasan dan mengedepankan perdamaian.

Pascatragedi menara kembar WTC di New York, kata Menag Suryadharma Ali, banyak ilmuan nonmuslim mempelajari Al-Quran dan ternyata mereka tidak menemukan satu kata pun dalam Al-Quran kekerasan atau tindakan lainnya yang dapat merugikan orang lain.

Banyak pula ilmuan lain yang mempelajari Al-Quran dan justru kemudian mereka memeluk Islam, setelah melihat kebenaran dalam Al-Quran itu. Kalau mereka menemukan dalam Al-Quran bahwa mengizinkan tindakan kekerasan atau terorisme, pasti tidak mungkin mau memeluk Islam, ujarnya.
Menag Suryadharma Ali juga menyoroti sistem pendidikan Islam di Indonesia, mulai dari tingkatan Madrasah dan pesantren sampai pada tingkat pendidikan tinggi Islam yang selama ini hanya fokus pada bidang agama, misalnya Fiqih dan Tasauf.

Akibatnya kata Menag, walaupun umat Islam di Indonesia mayoritas tetapi tidak bisa berbuat banyak pada bidang-bidang yang tidak dipelajari dalam pendidikan Islam, misalnya dalam pengelolaan sumber daya alam atau sektor-sektor lainnya yang membutuhkan keahlian tertentu.

"Umat Islam di Indonesia hanya dibutuhkan untuk kepentingan pemilu atau legislatif karena jumlah yang banyak. Sekarang saatnya berubah dengan mulai pula membuka peluang seluas-luasnya pada pendidikan Islam untuk mempelajari bidang-bidang lainnya," katanya.

Ia mengatakan Al-Quran menganjurkan kepada umat Islam untuk mengetahui rahasia di langit dan di bumi, dan itu memberi petunjuk bahwa umat Islam harus belajar semua ilmu mengenai rahasia di langit dan di bumi. (Ant/q/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin