Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 20 Juni 2026

Kerusakan Infrastruktur Jalan di Tanjungbalai Memprihatinkan

* NCW Minta TP4D Monitoring Realisasi Kegiatan
- Senin, 16 Oktober 2017 11:55 WIB
532 view
Kerusakan Infrastruktur Jalan di Tanjungbalai Memprihatinkan
Tanjungbalai (SIB)- Kerusakan infrastruktur jalan di Kota Tanjungbalai sangat memprihatinkan. Alokasi anggaran pemeliharaan rutin jalan disoal.
Pemko Tanjungbalai telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin jalan yang bersumber dari dana APBD TA 2017 sebesar Rp500 juta. Anggaran yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu terbagi dalam tiga paket kegiatan yang dikerjakan CV Bintang Utama dengan rincian anggaran Rp158.427.000, Rp137.600.000 dan Rp174.535.000.

Pasca ditetapkannya penyedia jasa yang diumumkan melalui layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE) sejumlah kalangan baik LSM, masyarakat bahkan legislatif memertanyakan implementasi kegiatan. Fraksi Hanura DPRD Tanjungbalai meminta instansi yang mengelola anggarannya agar bertanggung jawab.

"Fraksi Hanura menitip catatan khusus kepada wali kota terkait infrastruktur jalan yang hampir seluruh ruas jalan kondisinya rusak. Terutama saat musim hujan sejumlah ruas jalan tergenang air," ujar Ketua Fraksi Hanura Hj. Nessy Aryani menyampaikan pandangan umum fraksinya pada rapat paripurna di Kantor DPRD Tanjungbalai, Senin (9/10) lalu.

Jawaban Wali Kota yang dibacakan Wakil Wali Kota Drs Ismail pada saat rapat paripurna DPRD, Selasa (10/10) menyampaikan bahwa lokasi pemeliharaan jalan tahun 2017 yang dilaksanakan Dinas PUPR yakni Jalan Pendidikan, Jalan Kartini, Jalan Karya, Jalan AMD60, Jalan Teuku Umar, Jalan Teluk Ketapang, Jalan Veteran, Jalan Garuda, Jalan Sipori-pori dan Jalan DI Panjaitan dengan konstruksi hotmix dan base.

Terkait data pemeliharaan rutin jalan yang disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Ketua LSM Nusantara Corruption Watch (NCW) Sumbagut, Hasan Siagian kepada SIB, Sabtu (14/10) memertanyakan kebenaran data tersebut. "Kita heran jika memang Jalan DI Panjaitan masuk dalam data pemeliharaan, kenapa sampai sekarang jalan tersebut masih dipenuhi lubang dan digenangi air berlumpur," ujar Siagian.

Siagian mendesak Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Tanjungbalai Asahan, agar proaktif memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan. "TP4D seyogianya proaktif memonitor pemeliharaan jalan yang jadi sorotan masyarakat," ujar Siagian menambahkan keberadaan TP4D diharapkan mampu mewujudkan program pencegahan penyalahgunaan anggaran dan tercapainya pembangunan yang terarah dan tepat sasaran.

Amatan SIB, Sabtu (14/10) kondisi Jalan DI Panjaitan, Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bonjol, Jalan Khairil Anwar Kota Tanjungbalai rusak parah rusak, padahal jalan tersebut setiap saat dilintasi kendaraan.(E08/d)

    
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru