Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 20 Juni 2026

KNKT Kumpulkan Data Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen

* 26 Jenazah Korban Bus Dimakamkan di TPU Ciputat
- Senin, 12 Februari 2018 11:19 WIB
432 view
KNKT Kumpulkan Data Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen
Jakarta (SIB) -Tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah mengumpulkan data terkait kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang. Data dikumpulkan untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan yang menewaskan 27 orang tersebut.

"KNKT sudah turun dari tadi pagi, kalau hasil investigasi tidak bisa segera. Investigasi KNKT mencoba mencari penyebab kecelakaan secara menyeluruh," ujar Ketua Sub-komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Leksmono Suryo Putranto saat dihubungi, Minggu (11/2).

Namun, KNKT belum dapat memberikan hasil investigasi atau kesimpulan karena masih tahap pengumpulan data. Jika dimungkinkan, KNKT akan memberikan rekomendasi sementara terkait kecelakaan di Tanjakan Emen mengingat pekan depan memasuki libur panjang karena hari raya Imlek.

"Bisa saja segera, tapi ini bukan rekomendasi akhir. Kalau diperintahkan kepala KNKT, maka kami akan keluarkan dengan fakta faktual, kami keluarkan rekomendasi singkat, cuma belum final," terang Leksmono.

Kecelakaan Bus pariwisata PO Premium Fassion menambah daftar musibah maut di tanjakan Emen. KNKT mengatakan, kecelakaan bisa terjadi dikarenakan faktor kelelahan si pengemudi, bukan terkait mitos-mitos di kawasan itu.

"Kalau berdasarkan mitos nggak ada ukuran, semua yang tak ada parameternya. Kalau misalnya karena kurang doa, boleh saja karena harus mempersiapkan dengan baik. Tapi kalau mitos harus buang rokok, saya rasa nggak," ucap Leksmono.

Kejadian naas ini terjadi pada hari Sabtu (10/2) saat rombongan pulang dari objek wisata Tangkuban Perahu. Rombongan yang terlibat kecelakaan berasal dari Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kebanyakan Ibu-ibu PKK
Sebanyak 27 korban tewas dan belasan lainnya yang luka-luka atas kecelakaan bus sudah teridentifikasi. Rupanya kebanyakan korban tersebut adalah wanita.

"Anggota kebanyakan ibu-ibu; kader Posyandu, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga)," kata staf bagian umum Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Haji Kayani di posko crisis center korban kecelakaan.

Para korban merupakan rombongan koperasi setempat yang tengah berlibur ke Ciater, Bandung. Namun di perjalanan pulang, kecelakaan itu terjadi.

"Koperasi akhir tahun tutup buku ada kelebihan. Uang kelebihan itu untuk pariwisata," imbuh Kayani.

Sebenarnya ada 3 bus dalam rombongan tersebut. Namun 2 bus lainnya selamat dari kejadian.

"Cuma beberapa orang yang bawa anak," kata Kayani.

Berikut daftar nama korban tewas : Minah Rahayu (46), Aminah (44), Nasiah bin Nur Badeng (56), Munih (57), Sri Rohayati (49), Mimin Mintarsih (44), Liliana (48), Atifah Siameti (10), Martiningsih (35), Yanuati (60), Julaeha (58), Sopiah (63), Sri Widodo (63), Sugiati (55), Oktikah, Siti Muliyamah, Hasanah (46), Juminten (60), Teti Sumiati (48), Sri Sulastri (60), Elida (64), Jono (56), Hj Paikem (64), Rusminah (50), Siti Payung Alam (39), Ari Lestari (42) dan Agus Waluyo (42), diduga sebagai pengendara motor.

Dimakamkan di Ciputat
Korban kecelakaan bus mulai dimakamkan di Ciputat, Tangerang Selatan. Warga dan keluarga turut menghadiri pemakaman ini.

Pantauan di TPU Legoso, Ciputat, Tangerang Selatan, jenazah mulai berdatangan ke TPU Legoso, sejak pukul 12.50 WIB. Beberapa jenazah mulai dimasukkan ke makam secara bersamaan.

"Ini bukan massal ya hanya pengerukan bareng jadi 1 lobang kerukan dibikin kavling bukan massal, kalau massal kan ditumpuk nah ini hanya dijejer satu-satu," kata petugas makam TPU Legoso, Abdul Rosyid di lokasi.

Dikatakan Rosyid, ada tiga titik galian makam di TPU Legoso. Selain itu, ada 8 makam yang disiapkan, lokasinya terpisah dari tiga titik itu.

Hingga pukul 14.15 WIB, sudah 20 jenazah yang dimakamkan. "Sudah 20 jenazah," ujarnya.

Keluarga korban bercampur dengan warga sekitar berkumpul di halaman TPU.

dikebumikan di medan
Duka masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan bus, salah satunya adalah keluarga dari korban tewas bernama Siti Payung Alam (39).

Jenazah Siti akan dikebumikan di Medan, Sumut. Pihak keluarga juga masih menanti kabar dari buah hati Siti yang masih kritis dan berada dalam perawatan intensif di Subang.

"Tinggal menunggu satu lagi, anaknya kritis. Anak satu lagi masih kritis di Subang, usianya tiga tahun," ujar kakak ipar Siti, Dahrun Sosa ditemui di RSUD Tangerang Selatan, Pamulang, Banten.

Dahrun mengatakan, adiknya yang merupakan suami Siti memang tidak ikut pergi ke Subang pada Sabtu (10/2) kemarin.

"Suaminya nggak ikut. Cuma istri sama anaknya yang berumur tiga tahun," sambungnya.

Rencananya, almarhum tidak akan ikut dikuburkan di TPU Legoso, Ciputat. Jenazah akan dikebumikan di Medan dan hendak diberangkatkan dari Tangerang Selatan.

Pihak keluarga terkejut mengetahui kabar tersebut. Dahrun mengatakan, kabar kecelakaan telah diketahuinya sejak malam lalu, hanya saja informasi mengenai kepastian korban baru ia dapatkan pagi tadi.

"Kalau kepastiannya baru tadi pagi. Kalau dari TV kan kami sudah dengar kemarin, tapi pastinya baru tadi pagi," tuturnya. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru