Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Polri Telusuri Hoax Prajurit TNI Sebut Bantuan ke Lombok Pencitraan

- Sabtu, 18 Agustus 2018 10:08 WIB
409 view
Jakarta (SIB) -Polri siap membantu TNI mengusut pembuat hoax video Prajurit TNI soal bantuan bagi korban gempa di Lombok. Polri memastikan bila penyebar hoax itu terbukti melawan hukum, maka akan diproses.

"Terbukti melakukan perbuatan melawan hukum kita akan proses," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Jumat (17/8).

Sejumlah akun media sosial membuat postingan yang menyebut seorang prajurit TNI mengatakan bantuan yang diberikan ke korban gempa di Lombok adalah pencitraan. Menurut TNI, tiga akun itu adalah @sr23_official (Instagram), Indonesia News (Facebook), dan @DetektifUpin (Twitter).

Menurut Iqbal, ada indikasi akun-akun tersebut memutarbalikan isi dari video prajurit itu. Polri memastikan  siap mengusutnya.

"Ini ada indikasi memutarbalikkan, kita akan usut, apabila terbukti ada perbuatan melawan hukum, ada ujaran kebencian, menyebarkan berita bohong, kita akan proses," kata Iqbal.

Polri pun mengimbau agar masyarakat tidak asal menerima informasi dari media sosial. Iqbal mengingatkan, pemerintah dibantu berbagai pihak sudah terus berupaya menangani bencana gempa di Lombok.

"Imbauan saya, pemerintah dan TNI/Polri sudah bekerja maksimal melakukan upaya-upaya kemanusiaan di situ. Kalau ada kritik dan saran silakan tapi jangan menyebar berita-berita bohong. Kami akan proses itu," tegasnya.

Pada posting-an yang dimaksud, terdapat video prajurit TNI yang membicarakan soal penyaluran bantuan di Lombok. Ia menjawab sejumlah pertanyaan dari si perekam video. Prajurit itu memang mengatakan adanya kesulitan menyalurkan bantuan sehingga bantuan untuk para korban gempa Lombok belum merata.

Namun sang prajurit sama sekali tidak mengatakan bantuan pemerintah untuk korban Lombok adalah pencitraan dalam video berdurasi 58 detik itu. Meski begitu, posting-an pada akun-akun tersebut menjadi viral. Caption di akun-akun itu pun sama, berikut isinya:

'PENGAKUAN ANGGOTA TNI yang mengatakan bahwa bantuan dari pemerintah untuk korban bencana di Lombok NTB tidak merata dan hanya dijadikan ajang pencitraan semata, bahkan BANYAK relawan mengaku bantuan sempat ditahan pihak Jokowi untuk nantinya diklaim bahwa bantuan tersebut berasal dari Pak jokowi! Tolong bantu viralkan..'

Sebelumnya diberitakan, Kapuspen TNI menyatakan telah meminta Polri mengusut akun-akun yang menyebarkan hoax soal prajuritnya. Sejumlah akun itu membuat postingan yang menyebut prajurit TNI mengatakan bantuan yang diberikan ke korban gempa di Lombok adalah pencitraan.

"Saya sudah bilang ke polisi, sekarang sedang ditelusuri. Itu memang yang @sr23_official isinya memang tendensius, kemudian menyerang apa punlah punya pemerintah yang dianggap jelek," kata Fadhilah. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru