Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Polisi Analisa Keterangan Amien Rais-Said Iqbal di Kasus Hoax Ratna

* Polisi Periksa Plt Kadisparbud DKI Soal Biaya Ratna ke Chile
- Jumat, 12 Oktober 2018 12:31 WIB
353 view
Jakarta (SIB) -Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Keterangan dari saksi-saksi tersebut saat ini sedang dianalisa penyidik.

"Sedang dianalisa dan dianev (analisa dan evaluasi) terhadap keterangan beberapa saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/10).

Sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan di antaranya pihak RS Bina Estetika, mantan Ketua MPR Amien Rais hingga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Argo mengatakan pihaknya belum mengagendakan kembali pemeriksaan terhadap saksi lain.

"Sementara nggak ada lagi (hari ini), ujar dia.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan.

Plt Kadisparbud DKI diperiksa
Sementara itu Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa Plt Kadisparbud DKI Asiantoro soal kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Penyidik menggali keterangan soal biaya sponsor yang diberikan Pemprov DKI kepada Ratna untuk mengikuti acara di Chile.

"Kemarin juga kita juga sudah lakukan pemeriksaan saksi dari Plt Kepala Dinas Pariwisata DKI. Kita lakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (11/10).

Pemeriksaan terhadap Asiantoro dilakukan pada Rabu (10/10). Menurut Argo, penyidik juga ingin mengetahui kronologi pembiayaan Ratna ke Chile.

"Yang intinya bahwa berkaitan dengan sponsor untuk tersangka RS ke Chile. Bagaimana kronologinya, kemudian saksi ditanya mengetahuinya dari mana," ujarnya.

Argo juga mengatakan tak tertutup kemungkinan Asiantoro ditanya soal pengembalian uang dari Ratna yang tak jadi berangkat ke Chile.

"Nanti kita sama-sama tanyakan ke Disparbud," ujarnya.

Ratna Sarumpaet sebelumnya disebut bersedia mengembalikan dana yang diberikan Pemprov DKI Jakarta ke Chile. Ratna mengembalikan Rp 19 juta, yang merupakan uang saku dari total uang yang diberikan sebesar Rp 70 juta.

Dana lainnya, seperti tiket Rp 50 juta, tidak bisa dikembalikan karena Ratna menggunakan tiket promo. Sedangkan uang saku akan segera diserahkan ke Pemprov DKI.

"Detailnya saya belum tahu, tapi yang jelas Rp 19 juta sekian," kata Asiantoro. 

Rekam Medis
Penyidik juga sudah mendapatkan rekam medis Ratna Sarumpaet dari RS Bina Estetika. Rekam medis didapatkan polisi setelah mendapatkan persetujuan dari pengadilan.

"Yang pertama, saya sampaikan berkaitan dengan perkembangannya, pertama adalah bahwa rekam medis yang ada di RS Bina Estetika sudah kita ambil, setelah dapat persetujuan dari pengadilan, kemarin hari Rabu. Kita ambil, sebagai barang bukti," kata Argo.

Argo tak bisa mengungkap rekam medis Ratna. Menurut Argo, rekam medis sudah masuk dalam materi penyidikan.

"Rekam medis itu hasil pemeriksaan. Hasil dan analisa. Hubungannya dengan itu dari mana," ujarnya.

Selain itu, Argo juga mengatakan masih mendalami soal dugaan aliran uang dari rekening bantuan Danau Toba untuk kepentingan operasi plastik Ratna Sarumpaet.

"Belum, masih kita lakukan penyelidikan," ujarnya.

Sebelumnya, dr Sidik yang menangani operasi plastik Ratna Sarumpaet menolak memberikan kesaksian untuk kasus hoax penganiayaan. Pemeriksaan ditunda sebab polisi belum mendapatkan putusan pengadilan untuk membuka rekaman medis.

Pihak RS Bina Estetika juga sebelumnya dipanggil oleh penyidik pada Kamis (4/10) lalu. Mereka juga menolak diperiksa dengan alasan yang sama. (detikcom/h/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru