Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 05 Mei 2026

Golkar: PSI Jangan Sembarangan, Urus Diri Sendiri Biar Lolos DPR

* PPP Jangan Fitnah untuk Popularitas
- Sabtu, 27 Oktober 2018 11:31 WIB
367 view
Jakarta (SIB)- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkit 'dosa' partai yang sudah lama di DPR RI. Menanggapi itu, Fraksi Partai Golkar di DPR meminta PSI untuk fokus urus diri sendiri agar lolos Parlemen Treshold (PT).

Anggota fraksi Partai Golkar DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan, sebaiknya PSI tidak melakukan tuduhan secara sembarangan. Dia menegaskan tidak semua anggota DPR melakukan 'dosa' seperti yang disebut oleh PSI tersebut, salah satunya soal hobi anggota DPR yang suka menyaksikan tarian striptis.

"Saya kira PSI jangan menuduh yang tidak-tidak. Tidak semua anggota DPR begitu. Saya kunker ke Arab Saudi dalam rangka pengawasan haji mana ada di Arab Saudi striptis, jadi jangan sembarangan juga," kata Ace, Jumat (26/10).

Dia mengatakan, banyak anggota DPR saat kunjungan kerja melakukan tugas dengan baik. Salah satunya yang dia lakukan saat melakukan pegawasan pelaksanaan ibadah haji tahun 2019 di Arab Saudi.

"Kita lakukan kerja-kerja untuk pengawasan haji selama 2 minggu bahkan selama 1 bulan, ya kerja untuk melakukan pengawasan haji. Jadi menurut saya jangan men-generalisir. Apalagi PSI adalah partai baru, mau jadi calon," katanya.

Wakil Ketua Komisi VIII ini mengatakan, sebaiknya tetap PSI fokus mengurusi partainya agar lolos ambang batas parlemen. "Yang penting PSI lolos dulu sajalah, baru merasakan jadi anggota DPR. Jadi berusaha saja dulu untuk lolos PT, ndak usah membicarakan keberadaan yang sekarang," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar di DPR RI Melchias Markus Mekeng menilai apa yang disampaikan PSI itu hanya cara mereka untuk menaikkan elektabilitas. Mekeng menyebutnya PSI sedang mencari isu yang seksi.

"Ini kan tahun politik ya, dia mau cari isu yang seksi. Jadi seolah-olah kalau mereka itu yang paling benar. Kalau kita bicara itu kan harus ada fakta, daya, buktinya. Nggak bisa berdasarkan katanya," ujar Mekeng, Kamis (25/10) malam.

Mekeng mengatakan PSI tak bisa mengeneralisir sikap anggota DPR. Dia menyebut itu sebagai cara yang kurang etis untuk menaikkan popularitas PSI.
"Wajar saja, tapi kurang etis. Semua kan juga tidak semudah itu mengeneralisir orang. Jadi menurut saya ini cuma genit-genit politik saja," ucapnya. 
Jangan Fitnah

Sementara itu, Anggota Komisi I DRP RI dari Fraksi PPP Arwani Thomafi meminta PSI menyebut nama anggota DPR RI yang dikatakan menjadikan kunjungan kerja sebagai ajang wisata. Menurut Arwani hal itu perlu agar PSI tak menyebar hoax dengan mengungkit 'dosa lama' itu.

"Sebaiknya temen-teman PSI menyebut saja secara jelas siapa oknum yang dimaksud, biar tidak dianggap menyebar hoax atau juga biar tidak diartikan sedang ingin mencari popularitas di atas pernyataan yang belum jelas kebenarannya," kata Arwani, Kamis (25/20).

Arwani menilai saat ini PSI masih lemah dalam tingkat elektabilis. Dia mengingatkan agar PSI tak mencari cara yang tak etis untuk meningkatkan popularitas.
"Saya minta teman-teman PSI tidak menggunakan isu atau fitnah untuk menaikkan elektabilitas. Ini kan karena selama ini gaya politik mereka tidak ngangkat di beberapa survey. Janganlah hanya karena jeblok di survey lalu bikin fitnah," ujar Wakil Ketua Umum PPP itu. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru