Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Survei LSI Denny JA: PDIP Juara di 10 Provinsi, Gerindra Nomor 2

* Efek "Bakpao" Novanto Turunkan Wibawa Golkar
- Sabtu, 03 November 2018 10:51 WIB
576 view
Jakarta (SIB)- Survei LSI Denny JA memotret elektabilitas partai-partai politik di 10 provinsi. Bila Pileg diadakan di 10 provinsi, PDIP menjadi juara dengan elektabilitas teratas, disusul Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Berdasarkan keterangan pers LSI Denny JA, Jumat (2/11), survei digelar di 10 provinsi terbesar, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Survei digelar pada 4-14 Oktober 2018. Survei setiap provinsi menggunakan 600 responden. Margin of error setiap provinsi sebesar 4,1%. Total responden yang diambil dari 10 provinsi tersebut adalah 6.000 responden. Survei juga dilengkapi penelitian kualitatif, dengan metode analisis media, diskusi kelompok terarah, dan wawancara mendalam. 

"Survei dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA," demikian kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

Hasilnya, PDIP jadi juara atau menang paling banyak, yakni di 5 provinsi (Sumut, Sumsel, Lampung, DKI, Jateng). Gerindra di posisi runner-up dengan memenangi 3 provinsi (Riau, Banten, Jawa Barat). Golkar menempati urutan ketiga dengan memenangi 1 provinsi, yakni Sulawesi Selatan.

"PDIP pun berpotensi makin memperkokoh posisinya sebagai partai yang pertama kali menjuarai Pemilu berturut-turut dengan perolehan suara yang lebih besar dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya," kata Adjie.

Efek 'Bakpao' 
Isu kasus Setya Novanto disebut memengaruhi elektabilitas Partai Golkar. Pernyataan bahwa Novanto mengalami benjol sebesar bakpao dalam drama kasus korupsi e-KTP telah menurunkan wibawa partai berlambang pohon beringin itu mengingat saat kejadian, Novanto masih aktif sebagai Ketum Golkar.

"Golkar terkena 'efek bakpao'. Kasus Setya Novanto yang puncaknya menabrak tiang listrik dan diklaim benjol sebesar bakpau. Kasus tersebut cukup menurunkan wibawa Golkar," kata Adjie.

Golkar tak memenangi elektabilitas di 10 provinsi besar karena dinilai tak punya daya dongkrak seperti PDIP atau Gerindra. Sebagaimana diketahui, PDIP punya Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi capres. Partai Gerindra punya Prabowo Subianto yang menjadi capres juga. Namun Golkar tidak punya, kecuali menjadi pendukung Jokowi.

"(Selain kena efek benjol bakpao Novanto) Golkar tidak mempunyai calon presiden atau calon wakil presiden," kata Adjie.

Efek capres menjadi efek utama terhadap elektabilitas parpol karena tak ada efek lain lagi yang dahsyat di Pemilu. Capres adalah jualan utama partai, dan partai juga tak punya jualan program, maka hanya PDIP dan Gerindra-lah yang paling diuntungkan dalam kondisi ini.

"PKB menonjol dan juara bersama PDIP di provinsi Jawa Timur. Namun di provinsi lain, PKB tidak masuk tiga besar," kata Adjie. (detikcom/f) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru