Jakarta (SIB)
Kontingen Indonesia sudah meraih 40 medali emas pada SEA Games 2019. Capaian tersebut melampaui raihan emas tim Merah Putih pada SEA Games 2017.
Medali emas dari tim voli pantai putra yang diperkuat Ade Rachmawan, Mohammad Ashfiya, Gilang Ramadhan, dan Danangsyah Pribadi merupakan emas ke-40 yang diperoleh tim Indonesia selama penyelenggaraan SEA Games 2019.
Catatan 40 emas sudah melewati perolehan dua tahun lalu ketika mengikuti pesta olahraga negara Asia Tenggara di Malaysia. Pada SEA Games 2017, Indonesia hanya meraih 38 medali emas.
Secara keseluruhan Indonesia meraih 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di SEA Games, medali emas pada dua tahun lalu merupakan yang terburuk. Indonesia pun hanya berada di peringkat kelima.
Pada SEA Games 2015, Indonesia juga terpuruk di peringkat kelima. Namun ketika itu masih berhasil mendapat 47 medali emas.
Tahun ini, kontingen Indonesia ditargetkan meraih 45 medali emas sekaligus memperbaiki peringkat di klasemen umum.
Dari jumlah emas yang ditargetkan, hingga Jumat (6/12) sore, kontingen Indonesia masih terpaut enam emas lagi.
Selain cabang olahraga judo dan voli pantai, berbagai atlet dari cabang olahraga lain juga unjuk kebolehan menjadi yang terbaik. Seperti dari cabor Sambo, kano, modern pentathlon, tenis, menembak, atletik, boling, sepak takraw, balap sepeda, pencak silat, angkat besi, senam, badminton, wushu, duathlon, dan polo air.
Indonesia pun masih berpeluang menambah emas pada sisa hari penyelenggaraan SEA Games 2019 yang bakal berlangsung hingga 11 Desember.
Hingga Jumat (6/12), kontingen Indonesia menempati peringkat kedua di klasemen umum dengan meraih 39 emas, 39 perak dan 46 perunggu.
Agus Raih Emas Pertama Maraton
Pelari kawakan Agus Prayogo akhirnya meraih medali emas pertama di nomor maraton SEA Games 2019. Dia sukses menaklukkan trek beton dan cuaca.
Agus tampil di maraton putra yang berlangsung di New Clark Athletic Stadium, Jumat (6/12) yang dimulai pukul 05.45 waktu setempat, Agus berhasil mencatatkan waktu 2 jam 26 menit 48 detik dan menjadi yang terbaik.
Agus sangat senang apalagi ini merupakan emas pertamanya di nomor marathon. Pada edisi SEA Games sebelumnya, dia hanya mampu mengantongi medali perak dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 20 detik.
"Saya senang sekali kembali menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Ini adalah medali emas pertama saya buat maraton dan medali emas pertama atletik. Semoga ini jadi motivasi untuk teman-teman atletik bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia," kata Agus.
Bukan hal mudah bagi Agus untuk bisa menjadi yang terbaik. Jadwal yang tak ideal untuknya, cuaca, serta trek yang tidak seharusnya menjadi tantangan bagi atlet berusia 34 tahun itu.
"Rute bisa kita lihat hampir 99 persen beton dan cor-coran. Bukan aspal seperti umumnya. Secara otomatis lebih berat dan menantang buat kaki saya. Lalu cuaca. Di sini kelembapannya tinggi sekali. Start tadi pukul 5.45 waktu setempat matahari sudah keluar dan sangat panas," dia menambahkan.
"Secara jadwal merugikan banget untuk saya tapi tak apa-apa yang pasti saya masih bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia."
"Medali emas ini saya persembahkan untuk rakyat Indonesia yang sudah mendukung sehingga saya bisa menjadi yang terbaik di pagi ini dan bendera Indonesia bisa berkibar di tiang tertinggi di Filipina," demikian dia.
Voli pantai putra raih emas
Tim voli pantai putra Indonesia merebut medali emas usai tampil perkasa pada final nomor beregu dengan melumat Thailand, 2-0, di Subic Bay, Luzon, Jumat.
Angka pertama Indonesia disumbangkan Indonesia 1 yang menurunkan Ade Chandra Rachmawan/Mohamad Ashifiya.
Pasangan ini menang atas Thailand 1 yang menurunkan Surin Jongklang/Nakprakhong Banlue, dengan skor 21-18, 21-9.
Penampilan gemilang Ade Chandra dan Asyifiya diikuti tim Indonesia 2 yang menurunkan Gilang Ramadhan sebagai spiker dan Danangsyah Pribadi sebagai oposite spiker. Duet kedua Indonesia itu membungkam Nuttanon Inkiew/Sedtawat Padsawud, 21-17, 21-13.
Menurut Ade Chandra, kemenangan mudah tersebut di luar dugaan karena sebelumnya ia bersama rekan-rekan dan pelatihnya sangat mewaspadai para pebola voli Thailand tersebut.
"Tadi menang cukup mudah. Ini berkat strategi yang tepat dari pelatih," kata Ade Chandra.
Menurut Ade, dari awal ia dan teman-temannya sudah yakin dapat meraih medali emas karena persiapan tim voli pantai sangat bagus salah satunya dengan mengikuti Asia Pasific Championship (APC) Beach Volley 2019 yang berlangsung di Taiwan.
Dalam ajang tingkat Asia itu, tim voli pantai Indonesia meraih medali emas.
Berbekal prestasi itu, tim voli pantai asuhan Ayi Subarna itu sangat percaya diri tampil di SEA Games 2019 ini.
"Kami persembahkan medali emas ini untuk masyarakat Indonesia," kata Ade.
Sementara itu, untuk kategori beregu putri, kontingen Indonesia yang diperkuat Desi Ratnasari, Allysha Mutakharah, Ditha Juliana, dan Putu Utami, harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan Thailand.
Emas dari Kano
Pundi-pundi emas Indonesia di SEA Games 2019 terus bertambah. Maizir Ryondra menyumbangnya dari cabang kano.
Dalam perlombaan di Malawaan Park, Subic Bay, Maizir memenangkan medali emas dari cabang kano di nomor Men's K1 1000 meter. Ia mengalahkan wakil Vietnam Tran Van Vu dan wakil Thailand Praison Buasamrong.
Keberhasilan Maizir menambah pundi-pundi emas Indonesia. Kini, Indonesia sudah mengumpulkan 40 emas.
Ini menjadi emas ketiga yang didapat Indonesia. Sebelumnya emas sudah didapat dari tenis lewat Aldila Sutjiadi dan Agus Domosarjito dari menembak.
emas dari tenis
Petenis Aldila Sutjiadi sukses meraih medali emas SEA Games 2019 dari nomor tenis tunggal putri usai mengalahkan wakil Vietnam Nguyen Savanna Ly dengan skor 6-0 dan 7-5 di partai final, Jumat.
Prestasi yang diraih Aldila di lapangan tenis Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, itu menjadi yang pertama baginya di SEA Games.
"Saya sangat senang bisa mempersembahkan medali emas. Ini yang pertama bagi saya di SEA Games," ujar Aldila usai pertandingan.
Menurut atlet berusia 24 tahun itu, lawannya Savanna Ly tampil baik terutama di set kedua, di mana lawannya sempat memaksakan skor imbang 5-5.
Namun, peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 itu terus fokus dan akhirnya menang 7-5.
"Set pertama saya bermain lepas. Di set kedua saya agak sedikit tegang dan kendor. Namun saya sebisa mungkin fokus dan mengejar di akhir," tutur Aldila.
Sebelumnya, catatan tertinggi Aldila di SEA Games adalah mendapatkan medali perunggu di nomor ganda putri dan beregu putri SEA Games 2015.
Adapun terakhir kali Indonesia mendapatkan medali emas SEA Games dari tenis tunggal putri adalah pada tahun 2011, ketika Ayu Damayanti mengandaskan petenis Thailand Noppawan Lertcheewarkarn.(detiksport/Ant/c)