Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Khamenei Tuding Trump Pura-pura Dukung Demonstran Iran

Musuh Iran Eksploitasi Tragedi Pesawat Ukraina
Redaksi - Minggu, 19 Januari 2020 09:32 WIB
391 view
Khamenei Tuding Trump Pura-pura Dukung Demonstran Iran
Foto: SIB/Dok
Ayatollah Ali Khamenei
Teheran (SIB)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam dukungan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk warga Iran yang berunjuk rasa menentang pemerintah beberapa hari lalu. Khamenei menuduh Trump hanya berpura-pura mendukung demonstran Iran.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (18/1), Khamenei memimpin salat Jumat dan memberikan ceramah di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran pada Jumat (17/1) waktu setempat. Ini menjadi momen langka bagi Khamenei yang terakhir kali memimpin salat Jumat tahun 2012 lalu, atau sekitar delapan tahun lalu.

Dalam ceramahnya, Khamenei menyinggung soal banyak hal termasuk soal dukungan yang disampaikan Trump bagi warga Iran yang memprotes insiden salah tembak pesawat maskapai Ukraina beberapa waktu lalu. Trump menyampaikan dukungan itu secara terang-terangan via Twitter, bahkan dengan menggunakan bahasa Farsi.

"Ratusan orang yang menghina foto Jenderal (Qasem) Soleimani, apakah mereka rakyat Iran, atau kerumunan satu juta orang di jalanan?" sebut Khamenei.

Dia membandingkan demonstran di Teheran yang memprotes pemerintah Iran dan dirinya beberapa hari lalu, dengan kehadiran satu juta warga Iran yang turun ke jalanan untuk melayat pemakaman Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone AS di Irak pada 3 Januari lalu.

"Mereka yang tertipu pernah berteriak 'No Gaza, No Lebanon', tidak hanya mereka tidak pernah memberikan nyawa untuk Iran, tapi juga tidak mengorbankan kepentingan mereka untuk negara," imbuhnya.

"Juru bicara pemerintahan Amerika yang kejam berulang kali mengatakan bahwa 'kami berdiri bersama rakyat Iran'. Anda berbohong," tegasnya.

"Jika Anda Anda berdiri bersama rakyat Iran itu karena Anda ingin menancapkan belati beracun ke punggung bangsa Iran. Tentu saja Anda belum bisa melakukannya sejauh ini, dan Anda tidak akan bisa melakukan hal itu," ujar Khamenei.
Khamenei kemudian menuduh AS hanya berpura-pura mendukung rakyat Iran.

"Badut-badut Amerika ini berbohong dengan keji bahwa 'kami bersama rakyat Iran'. Lihat siapa rakyat Iran sebenarnya," ucap Khamenei dalam ceramahnya. Dia tidak secara langsung menyebut nama Trump, namun jelas dia merujuk pada Trump dan pemerintahannya.

Sebelumnya Khamenei menyebut unjuk rasa yang berlangsung di Teheran beberapa waktu lalu tidak mewakili rakyat Iran pada umumnya. Khamenei menuduh musuh-musuh Iran mengeksploitasi tragedi pesawat maskapai Ukraina itu untuk tujuan propaganda. Khamenei menyebut banyaknya warga Iran yang turun ke jalanan untuk melayat Soleimani menunjukkan besarnya dukungan rakyat Iran untuk pemerintah Iran.

Mengeksploitasi Tragedi Pesawat
Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut unjuk rasa yang digelar di Teheran untuk memprotes insiden salah tembak pesawat maskapai Ukraina, tidak mewakili rakyat Iran pada umumnya. Khamenei menuduh musuh-musuh Iran mengeksploitasi tragedi itu untuk tujuan propaganda.

"Jatuhnya pesawat itu merupakan kecelakaan pahit, itu membakar hati kita," ucap Khamenei.
"Tapi beberapa pihak berupaya untuk... menggambarkannya dengan cara untuk melupakan kematian syahid dan pengorbanan hebatnya," imbuh Khamenei merujuk pada Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari lalu.

Pernyataan Khamenei disampaikan setelah masa-masa traumatik bagi warga Iran yang ada di ambang perang dengan AS dan telah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraine International Airlines sesaat usai lepas landas di Teheran pada 8 Januari lalu. Total 176 orang, yang sebagian besar warga Iran, tewas dalam tragedi itu.

Lebih lanjut, disebutkan Khamenei bahwa musuh-musuh Iran berupaya mengeksploitasi tragedi pesawat maskapai Ukraina itu untuk membahayakan Iran.

"Musuh-musuh kita senang soal kecelakaan pesawat, saat kita sedih ... senang karena mereka menemukan sesuatu untuk mempertanyakan Garda (Revolusi Iran), angkatan bersenjatanya, sistemnya," sebut Khamenei.

"Saya berterima kasih kepada para ayah dan para ibu, mereka yang berduka, yang berdiri melawan konspirasi musuh meskipun hati mereka penuh kesedihan," imbuhnya.

Pekan lalu, Garda Revolusi Iran mengakui telah salah menembak jatuh pesawat jenis Boeing 737-800 yang hendak mengudara ke Kiev, Ukraina tersebut. Diakui oleh Iran bahwa insiden itu tidak disengaja. Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyerukan agar semua pihak yang bersalah dan lalai terkait insiden itu untuk dihukum.

Insiden salah tembak itu terjadi beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal ke target markas pasukan AS di Irak, sebagai balasan atas kematian Soleimani. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru