Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Pasca Demo Save Babi, 4 Forum Ajak Warga Sumut Tidak Terpecah Belah

* Tidak Perlu Menggoreng-Gorengnya, Apalagi Menghasut
Redaksi - Rabu, 12 Februari 2020 09:37 WIB
1.653 view
Pasca Demo Save Babi, 4 Forum Ajak Warga Sumut Tidak Terpecah Belah
SIB/Dok
REKOMENDASI : Forum Strategis Sumut menyerahkan rekomendasi menyikapi pasca aksi unjuk rasa save babi,kepada Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan,Selasa(11/2).
Medan (SIB)
Empat Forum Strategis di Sumatera Utara menyampaikan pandangannya pasca aksi unjuk rasa save babi Senin (10/02), dengan mengajak masyarakat Sumut tidak terpecah belah. Bahwa apa yang menjadi tuntutan massa unjuk rasa save babi, adalah hak yang dijamin konstitusi, sehingga tidak perlu menggoreng-gorengnya, apalagi sampai menghasut dan memprovokasi satu sama lain.

Masyarakat Sumut yang akhirnya rugi kalau persaudaraan di Sumut yang sudah berlangsung baik selama ini, menjadi terusik dan tercerai berai.

Hal itu terungkap dalam pertemuan 4 Forum Strategis di Sumut di Kantor Badan Kebangpol Sumut, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (11/02). Adapun 4 forum strategis Sumut itu adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Tim Pelestarian Budaya (TPB).

Hadir dalam acara itu, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Wakil Ketua FKUB Sumut RD. Benno Ola Tage, Ketua TPB Sumut Dto Adil Freddy Haberham, Ketua FKDM Sumut, H Nurdin Sulistyo (FKDM), Sekretaris FKUB Sumut, Dr Erick Barus, Ketua FPK Sumut, Arifinsyah, H Tri Chandra (FKDM), Bustami Usman (FPK), HM Hatta Siregar (FKUB Sumut), Denny Simamora (FPB) dan pejabat dari Kesbangpol Sumut antara lain, Budianto Tambunan, Parlin HT Gaol, Fazri Efendi Pasaribu dan Malentina.

Sekretaris FKUB Sumut, Erick Barus, mengatakan perlu tetap terjaminnya pelestarian budaya dan kearifan lokal dan juga peningkatan ekonomi masyarakat Sumut. Menurutnya, untuk mewujudkan itu, Sumut harus dalam suasana yang kondusif. "Dan harapan kita, ada komunikasi yang terus terbangun antara masyarakat dan pemerintah, agar masalah-masalah yang ada sekecil apapun bisa diselesaikan, sehingga tidak berkembang menjadi masalah besar," ujarnya.

Menyikapi aksi save babi dan juga virus babi serta masalah lainnya di Sumut, sambung Ketua FPK Sumut, Arifinsyah menambahkan, diharapkan tokoh-tokoh lintas etnis melihat Sumut untuk kepentingan yang lebih luas. "Bahwa ada hal-hal yang kurang berkenan, kita duduk bersama untuk kencari solusi. Apa yang disampaikan gubernur, kita pahami secara baik, jangan ada memplintir bahasa-bahasa yang mengarah ke provokasi," ujar Arifinsyah.

Sementara Ketua TPB Sumut Dto Adil Freddy Haberham menambahkan, ternak babi menjadi bagian penting dalam adat suku Batak, tetapi masyarakat diharapkan tidak mempolitisir persoalan.

Menurutnya, yang diberantas adalah virus pada babi, yaitu dengan cara pengendalian dan pencegahan. "Marilah kita dukung program gubernur memberikan yang terbaik di Sumut dari sisi budaya dan kesehatan," ujarnya mengajak.

Usai pertemuan, Anthony menerima rekomendasi agar disampaikan lebih lanjut kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan masyarakat Sumut.

Beberapa poin rekomendasi yang dirumuskan, yakni mengajak masyarakat Sumut tetap tenang menghadapi virus babi. Kemudian mendukung langkah-langkah Pemprov Sumut sebagaimana yang diinstruksikan Gubernur Edy untuk melakukan pengendalian dan pencegahan penyebaran virus hog kolera dan ASF.

Selain itu, mengajak masyarakat Sumut untuk tetap hidup rukun dan damai dalam ikatan kekeluargaan dengan tetap bertoleransi sebagai perwujudan kearifan lokal.

Kepala Badan Kesbangpol Anthony Siahaan mengharapkan, agar masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu atau informasi tidak benar terhadap Edy Rahmayadi.

Sebab, menurutnya, Gubernur Edy Rahmayadi tidak pernah punya niat untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi milik masyarakat. Untuk itu, dirinya meminta masyarakat jangan mudah terpecah belah akibat informasi yang tidak benar. "Dalam rangka menjaga ikatan kebersamaan kita, jangan terpecah bela atau tergores karena adanya peristiwa unjuk rasa save babi kemarin," sebutnya.

Dia juga berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam menyukseskan pembangunan. "Untuk itu marilah kita bersama membangun bersama Sumatra Utara. Salah satu caranya dengan membantu pemerintah mewujudkan programnya melalui membangun desa menata kota," ujarnya. (M11/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru