Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

DPRDSU: Atasi Virus Babi Saja Pemprov Sumut Tak Berdaya, Apalagi Virus Corona

* Tim Dinas Peternakan Harus Tetap di Lapangan Monitor Ternak Babi Masyarakat
Redaksi - Rabu, 12 Februari 2020 10:05 WIB
1.038 view
DPRDSU: Atasi Virus Babi Saja Pemprov Sumut Tak Berdaya, Apalagi Virus Corona
Tuahman Franciscus Purba
Medan (SIB)
Ketua FP NasDem DPRD Sumut dr Tuahman Franciscus Purba mengaku sangat prihatin atas ketidakberdayaan Pemprov Sumut untuk mengatasi virus ASF (African Seine Fever) yang menyerang ternak babi di daerah ini, sehingga masyarakat mengalami kerugian sangat besar.

"Memang kita tahu sampai saat ini belum ada ditemukan obat anti virus ASF yang menyerang ternak babi di Sumut, tapi sebaiknya Tim Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Sumut yang ditunjuk Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatasi virus ini, tidak hanya berkutat mengubur babi yang mati saja," kata Tuahman Franciscus Purba kepada wartawan, Selasa (11/2) di DPRD Sumut.

Tapi, tambah Tuahman, tim yang dibentuk harus tetap berada di lapangan memonitor perkembangan ternak babi masyarakat, termasuk melakukan biosecurity, memantau kebersihan kandang maupun makanan yang dikonsumsi babi. Jika memungkinkan kembalikan bahan makanan babi ke pola tradisional dulu alias jangan menggunakan pakan ternak.

"Tim bentukan gubernur ini juga perlu melakukan study banding ke peternakan raksasa PT Alegrindo di Simalungun, untuk mengetahui apa obat penangkal virus yang mereka gunakan, sehingga ternak-ternak babi mereka tidak mati alias tidak terjangkit virus," tandas anggota Komisi C ini.

Intinya, kata anggota dewan Dapil Medan ini, tim jangan hanya menunggu ternak-ternak babi masyarakat mati kemudian menguburkannya, tapi harus tetap berusaha mencari solusi terbaiknya mengatasi virus yang menyerang babi dengan berbagai upaya, agar babi memiliki kekebalan tubuh.

"Sangat memprihatinkan memang, untuk mengatasi virus babi saja kita tidak berdaya, apalagi kalau virus corona menyerang daerah ini, tentu sangat memilukan," kata Tuahman sembari mengingatkan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Sumut agar terus mencari solusi mempertahankan keberlangsungan hidup ternak babi di Sumut.

Dalam kesempatan itu, Tuahman juga mengatakan sangat mendukung gerakan masyarakat #Savebabi di Sumut untuk menjadikan tanggal 10 Februari (102) sebagai Hari Kedaulatan Babi, dengan tujuan agar binatang berkaki empat ini jangan sampai musnah dengan cara pembiaran virus merajalela.

Dengan adanya Hari Kedaulatan Babi, menurut Tuahman, dinas terkait yang ada di kabupaten/kota dan provinsi harus pro aktif memperhatikan kesehatan sekaligus memberikan vaksin terhadap ternak babi yang dipelihara oleh masyarakat maupun perusahaan.

Selain itu, katanya, instansi Dinas Kesehatan juga hendaknya memberikan surat keterangan babi sehat secara gratis kepada para peternak, untuk memberikan kepastian secara legalitas bahwa babi bisa dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat, sehingga tetap bisa menambah penghasilan bagi para peternak dan pedagang.

"Tentunya pemberian surat keterangan sehat terhadap babi itu sudah melalui proses pemeriksaan secara intensif. Harus diingat, surat keterangan sehat ini nantinya jangan dijadikan sebagai "ajang" cari keuntungan oleh oknum di dinas yang menanganinya. Tapi harus benar-benar diberikan secara gratis," katanya.(M03/c).
SHARE:
komentar
beritaTerbaru