Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Kadis PKP: Anggaran Robot Damkar DKI Rp 37 M, Kontraknya Rp 32 M

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 21:21 WIB
309 view
Kadis PKP: Anggaran Robot Damkar DKI Rp 37 M, Kontraknya Rp 32 M
Foto Ant/Aprillio Akbar
ROBOT DAMKAR : Petugas mengamati robot damkar LUF 60 saat didemontrasikan di Kantor Dinas PKP DKI Jakarta, Duri Pulo, Jakarta Pusat, Kamis (13/2). Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelam
Jakarta (SIB)
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta membeli robot pemadam kebakaran Dok-ing MVF-U3. Dinas PKP DKI Jakarta menyebut mereka membeli robot itu senilai Rp 32 miliar.

"Dibeli 32 (Rp 32 miliar) lah. Untuk anggaran pengurai (robot Dok-ing MVF-U3) sendiri itu sekitar Rp 32 miliar," kata Kepala Dinas PKP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, saat dikonfirmasi, Kamis (13/2).

Dia menjelaskan, anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembelian robot Dok-ing MVF-U3 sekitar Rp 37 miliar. Namun dari penganggaran tersebut, robot itu ternyata dibeli Rp 32 miliar.

"Anggarannya Rp 37 miliar, cuma kan kontraknya 32 (Rp 32 miliar). Anggaran yang dikontrak (robot itu dibeli seharga) Rp 32 miliar," tegasnya.

Selain robot Dok-ingMVF-U3, Damkar DKI juga membeli LUF 60. Satriadi menjelaskan, robot LUF 60 dibeli seharga Rp 8 miliar.
"Petugas pemadam kebakaran harus memiliki peralatan yang mumpuni dan memang bisa mengatasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas PKP DKI Jakarta telah membeli robotik untuk pemadaman kebakaran Dok-ing MVF-U3. Robot itu digunakan untuk area terowongan MRT dan LRT serta lokasi-lokasi yang berbahaya.

"Kita kan menghadapi LRT dan MRT itu kebakaran saat penyelamatan dia masuk dalam gorong-gorong. Untuk keamanan anggota perlu robotik dikontrol dari luar," ucap Kepala Dinas PKP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, saat dihubungi, Rabu (12/2).

Robot tersebut dibeli dari Kroasia. Dilihat dari situs LPSE DKI Jakarta, harga robot tersebut Rp 37,4 miliar.
"Kalau lihat barang pasti mahal. Terutama lihat fungsinya," tambah Satriadi. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru