Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Sehari 121 Orang Tewas karena Corona, Total Korban Jiwa Nyaris 1.500

* Hari Ini, Observasi 238 WNI di Natuna Selesai
Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 09:58 WIB
497 view
Sehari 121 Orang Tewas karena Corona, Total Korban Jiwa Nyaris 1.500
Ant/Muhammad Adimaja
JELANG BERAKHIRNYA OBSERVASI : Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China bersiap melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari ketigabelas di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natun
Beijing (SIB)
Otoritas China melaporkan 121 kematian baru akibat virus corona di wilayahnya sepanjang Kamis (13/2) waktu setempat. Lebih dari 65 ribu orang terinfeksi virus corona secara global.

Seperti dilansir media nasional China Global Television Network (CGTN) dan kantor berita Xinhua News Agency, Jumat (14/2), Komisi Nasional Kesehatan China (NHC) dalam laporan terbaru mengumumkan 121 meninggal dalam sehari pada Kamis (13/2) waktu setempat.

Jumlah tersebut, menurut NHC, terdiri dari 116 orang yang meninggal di Provinsi Hubei, dua orang meninggal di Provinsi Heilongjiang dan masing-masing satu orang meninggal di Provinsi Anhui, Provinsi Henan dan Provinsi Chongqing.

NHC juga menyebut ada 5.090 kasus baru di wilayah China daratan pada Kamis (13/2) waktu setempat.

Secara terpisah, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei melaporkan 4.823 kasus baru di wilayahnya, termasuk 3.095 kasus yang terkonfirmasi secara klinis, sepanjang Kamis (13/2) waktu setempat. Total kasus virus corona di Provinsi Hubei saat ini mencapai 51.986 kasus, termasuk 15.384 kasus yang terkonfirmasi secara klinis.

Sementara itu, data total untuk korban tewas dan jumlah kasus virus corona di wilayah China daratan belum dirilis oleh NHC pada Jumat (14/2) waktu setempat. Data terakhir yang dirilis NHC pada Kamis (13/2) waktu setempat menyebut total 1.380 orang meninggal akibat virus corona di China daratan dan total ada 63.851 kasus terkonfirmasi.

Penghitungan media terkemuka Amerika Serikat (AS), CNN, menyebut sejauh ini total ada 65.191 kasus virus corona secara global.
Jumlah korban jiwa akibat virus corona secara global, menurut CGTN dan CNN mencapai angka 1.486 orang. Jumlah itu termasuk tiga orang yang meninggal di Hong Kong, Filipina dan Jepang.

Lonjakan dramatis terjadi pada angka korban tewas dan kasus virus corona di China setelah dilakukan perubahan metode diagnosis, yang salah satunya melibatkan pemeriksaan CT scan terhadap pasien. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa wabah virus corona jauh lebih buruk dari yang selama ini dilaporkan.

Tapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menenangkan kekhawatiran itu, dengan menyatakan angka baru dari otoritas China 'tidak mewakili perubahan signifikan dalam jalur wabah ini'.

Jangan Takut Berinteraksi
Pada kesempatan itu, sebanyak 12 warga DKI Jakarta akan pulang dari masa observasi virus Corona di Natuna. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat tidak takut untuk berinteraksi dengan 12 warga tersebut.

"Jadi tidak perlu khawatir kepada kita semua, keluarga, kepada tetangga, dan juga, biasa saja. Nggak perlu ketakutan sama sekali karena sudah dipastikan mereka sehat," ucap kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dwi Oktavia Handayani saat dihubungi, Jumat (14/2).

Menurutnya, Kementerian Kesehatan sudah melakukan observasi sehingga bisa dipastikan mereka bebas dari virus Corona.
"Prinsipnya, kalau sudah selesai karantina, sudah di Kementerian Kesehatan yang pantau dan pastikan kesehatan mereka, pasti sudah fit secara kesehatan, jadi tidak usah khawatir," kata Dwi.

Setelah orang-orang yang dikarantina pulang pada Sabtu (15/2), tidak ada lagi pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan DKI. "Kemenkes sudah lakukan di Natuna," kata Dwi.

Sebanyak 238 WNI yang diobservasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, akan selesai menjalani observasi pada Sabtu (15/2).
Dirangkum, para WNI itu dievakuasi dari Wuhan, China, yang menjadi pusat virus Corona pada Minggu (2/2) lalu. Mereka harus menjalani observasi selama 14 hari sesuai dengan aturan dari protokol World Health Organization (WHO).

Masa observasi WNI selama 14 hari akan berakhir pada Sabtu (15/2) akhir pekan ini. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto awalnya menyebut teknis pemulangan 238 WNI ke daerah masing-masing masih dikoordinasikan.

"Jadi Sabtu ini kalau tanggal 15 itu berarti selesai ya. Tapi kita masih rapat koordinasi kan untuk bagaimana teknik pemulangannya dan sebagainya itu kan perlu dikoordinasi pakai pesawat apa, ke mana mereka punya alamat sendiri-sendiri," kata Terawan di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Berikut data lengkap provinsi asal 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan:
1. Aceh 12 orang
2. Bali 2 orang
3. Banten 6 orang
4. Bengkulu 2 orang
5. DI Yogyakarta 2 orang
6. DKI Jakarta 12 orang
7. Gorontalo 1 orang
8. Jakarta 1 orang
9. Jambi 5 orang
10. Jawa Barat 13 orang
11. Jawa Tengah 9 orang
12. Jawa Timur 68 orang
13. Kalimantan Barat 4 orang
14. Kalimantan Selatan 7 orang
15. Kalimantan Tengah 4 orang
16. Kalimantan Timur 14 orang
17. Kalimantan Utara 21 orang
18. Kepulauan Riau 2 orang
19. Lampung 1 orang
20. NTB 3 orang
21. Papua 6 orang
22. Papua Barat 8 orang
23. Riau 6 orang
24. Sulawesi Barat 2 orang
25. Sulawesi Selatan 17 orang
26. Sulawesi Tengah 2 orang
27. Sulawesi Tenggara 4 orang
28. Sumatera Barat 1 orang
29. Sumatera Selatan 1 orang
30.Sumatera Utara 2 orang (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru