Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Periode Kedua, Zulhas Disebut Dukung Penuh Pemerintahan Jokowi

Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 10:17 WIB
300 view
Periode Kedua, Zulhas Disebut Dukung Penuh Pemerintahan Jokowi
news.detik.com
Zulhas
Jakarta (SIB)
Periode kedua kepemimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) di PAN diklaim mendukung pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Politikus PAN, Rizki Aljupri mengaku telah mendapatkan arahan dari Zulhas mengenai sikap PAN tersebut.

"Arahan dari Bang Zul sudah jelas. PAN all out mendukung pemerintah. Kita lakukan ini semata-mata karena ingin Pak Jokowi sukses membawa Indonesia semakin maju di periode kedua beliau," kata Rizki kepada wartawan, Jumat (14/2).

Rizki mengatakan arahan dari Zulhas ini harus diikuti oleh seluruh kader PAN. Dia mengatakan hal itu merupakan mandat Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa hari lalu.

"Hasil Kongres di Kendari kemarin mempertegas bahwa saat ini tidak ada lagi matahari kembar di dalam tubuh PAN. Bang Zul sebagai ketua umum memiliki legitimasi yang valid untuk membawa PAN mendukung pemerintah," sebut Rizki.

Rizki menyebut PAN mendukung pemerintahan Jokowi jilid II tanpa syarat. Ia mencontohkan kasus Jiwasraya, di mana PAN bisa memberikan dukungan ke pemerintah dengan memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Membantu pemerintah itu kan bukan berarti harus masuk ke dalam kabinet. Contohnya masalah BPJS dan juga Jiwasraya, bukan berarti kader PAN yang harus jadi Menteri Kesehatan atau Menteri BUMN. Kita tetap bisa berperan aktif memberikan solusi melalui Fraksi PAN yang ada di DPR RI," ujar Rizki.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan kembali terpilih sebagai Ketua Umum PAN usai mengungguli kandidat yang didukung Amien Rais, Mulfachri Harahap. Dia keluar sebagai pemenang dengan perolehan 331 suara.

Sama Mulianya
Sementara itu, Partai Gerindra menekankan tak ingin mencampuri urusan internal PAN yang merasa akan merugi jika menjadi oposisi. Gerindra menilai oposisi ataupun koalisi sama baiknya.

"Kami tidak mau ikut campur dapur tetangga. Ini murni hak sahabat-sahabatku di PAN. Dalam sistem ketatanegaraan kita secara umum, baik koalisi maupun oposisi, sama mulianya," kata juru nicara Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan.

Habiburokhman menuturkan, fungsi partai politik sejatinya memperjuangkan rakyat. Dengan begitu, sebut dia, apa pun sikap politik suatu partai, yang terpenting fungsi tersebut bisa dijalankan.

"Yang penting adalah bagaimana partai politik bisa melaksanakan fungsinya memperjuangkan aspirasi rakyat," jelas Habiburokhman.
Gerindra, kata Habiburokhman, meyakini sikap apapun yang nantinya diambil oleh PAN adalah yang terbaik untuk rakyat. Sebagai sesama koalisi dalam Pilpres 2019, Gerindra menyatakan menghormati apa pun keputusan PAN.

"Saya yakin PAN sebagai partai produk reformasi akan mengambil sikap yang terbaik untuk rakyat. Walaupun kami pernah koalisi, tapi kami menghormati kedaulatan masing-masing," sebut Habiburokhman.

Sebelumnya, dalam pidato penutupan Kongres PAN Zulhas menyinggung mengenai oposisi. Dia menilai PAN akan dirugikan bila ikut menjadi oposisi seperti PKS.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu teman kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya ketika menutup Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

"Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian, dengan siapa kita mesti berteman. Paling tidak, kita tidak bermusuhan dengan banyak orang," sambung dia. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru