Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Kunjungan Presiden Trump ke India Diwarnai Kerusuhan, 20 Tewas

* New Delhi Mencekam, Jam Malam Diberlakukan
Redaksi - Kamis, 27 Februari 2020 09:31 WIB
247 view
Kunjungan Presiden Trump ke India Diwarnai Kerusuhan, 20 Tewas
Rtr
LEMPARKAN BATU : Kerumunan massa demonstran penentang undang-undang kewarganegaraan melemparkan batu ke arah demonstran polisi anti huru-hara saat terlibat bentrok, Rabu (26/2) di New Delhi, India. Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas dalam serangk
New Delhi (SIB)
Para polisi antihuru-hara berpatroli di jalan-jalan di sejumlah wilayah New Delhi, India, Rabu (26/2) menyusul kerusuhan sektarian yang menewaskan 20 orang. Pemimpin New Delhi menyerukan diberlakukannya jam malam di ibu kota India itu. Menteri kepala New Delhi, Arvind Kejriwal meminta militer dikerahkan ke ibu kota dan jam malam diberlakukan. "Polisi, meski semua upaya mereka, tidak mampu mengendalikan situasi dan menanamkan kepercayaan," kata Kejriwal dalam cuitan di akun Twitter-nya pada Rabu pagi seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/2). "Militer harus dikerahkan dan jam malam diterapkan," imbuhnya.

Selama dua hari belakangan ini, New Delhi dilanda kekerasan antara warga Hindu dan muslim. Kerusuhan disebut sebagai kekerasan sektarian terburuk di New Delhi dalam puluhan tahun terakhir. Kerusuhan tersebut bermula pada Senin (24/2) antara warga yang mendukung dengan warga yang menentang UU kewarganegaraan yang dijuluki undang-undang "anti-muslim", yang telah memicu protes nasional, khususnya kalangan muslim.

Jumlah korban jiwa akibat kerusuhan itu telah bertambah menjadi 20 orang. Sebanyak 189 orang lainnya menjalani perawatan di rumah sakit karena terluka, termasuk sekitar 60 orang yang mengalami luka tembak. "Jumlah korban tewas mencapai 20 orang, 189 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Sekira 60 orang mengalami luka tembak," kata Sunil Kumar, direktur Rumah Sakit Guru Teg Bahadur yang merawat sebagian besar korban luka.

Kerusuhan di New Delhi terjadi saat presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan ke India. Kerusuhan di ibu kota India berpenduduk sekira 20 juta jiwa itu meninggalkan jejak kehancuran setelah massa membakar kendaraan-kendaraan dan bangunan-bangunan. Bahkan masjid Ashok Nagar Delhi dibakar oleh massa yang tidak dikenal. Namun, menurut laporan lokal, masjid itu dikelilingi oleh gerombolan massa yang marah meneriakkan slogan-slogan ultranasionalis India sambil menempatkan "bendera Hanuman" di bagian atas masjid. Seorang warga New Delhi menceritakan suasana mencekam di ibu kota India itu.

"Orang-orang saling membunuh. Peluru-peluru ditembakkan di sini," kata seorang penjahit di kawasan Jaffrabad. Usai kerusuhan itu, pria tersebut pulang ke kampung halamannya di negara bagian Uttar Pradesh, India utara. "Tidak bisa bekerja... lebih baik pergi daripada bertahan di sini. Kenapa kita ingin mati di sini?" ujarnya. Otoritas di New Delhi telah mendatangkan tambahan polisi antihuru-hara dan paramiliter ke ibu kota India itu untuk bersiap jika kembali terjadi kerusuhan.

Aksi-aksi protes telah berlangsung di India sejak UU kewarganegaraan disahkan pada Desember 2019 lalu. Setidaknya 30 orang telah tewas dalam bentrokan antara para polisi dan demonstran, yang sebagian besar terjadi di negara bagian Uttar Pradesh, India utara.

Bahas Kesepakatan
Sementara itu, pada hari kedua di India, Presiden AS Donald Trump menyebut kunjungannya selama dua hari produktif dan berhasil menjalin kesepakatan militer menyusul pembicaraannya dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. India akan membeli peralatan militer senilai US$ 3 miliar atau setara Rp 42 triliun, termasuk 24 helikopter SeaHawk dari Lockheed Martin dan enam helikopter Apache.

Pembelian itu merupakan bagian dari upaya India untuk memodernisasi peralatan militernya. Di hari terakhirnya di India ini, Trump hadir dalam upacara penghormatan bagi dirinya yang dihelat di ibu kota New Delhi. Ratusan pasukan militer terlihat berbaris rapi di tempat acara, yakni di Istana Presiden Bhavan. Trump disambut dengan tembakan meriam, yang dilanjutkan dengan pidato resmi dari Perdana Menteri Narendra Modi.

Upacara ini menandai dimulainya agenda Trump di New Delhi, antara lain pertemuan dengan para pebisnis serta para staf kedutaan, dan lawatan ke monumen peringatan tokoh nasional India Mahatma Gandhi. Sementara ibu negara Melania Trump mengunjungi sekolah negeri di daerah Moti bagh, New Delhi, untuk menghadiri sesi 'kelas kebahagiaan.’

Pemerintah AS saat ini diketahui telah menjajaki kesepakatan dagang dengan India terkait hasil pertanian, peralatan medis, perdagangan digital, serta mengusulkan tarif baru. Hubungan perdagangan kedua negara sempat tegang setelah Trump memberlakukan tarif ekspor baja dan aluminium terhadap India. Pemerintahan PM Modi kemudian membalas dengan memberlakukan tarif atas produk-produk AS.

"Tim kami telah membuat kemajuan luar biasa dalam menjalin sebuah perjanjian perdagangan yang komprehensif, dan saya optimis kami dapat mencapai kesepakatan yang akan sangat bermanfaat bagi kedua negara," kata Trump di Delhi. Trump lantas mengatakan kunjungannya ke India merupakan kunjungan yang "tidak terlupakan dan luar biasa." (AFP/detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru