Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
* Minta Polda Sumut dan Disperindag Lacak Pedagang Naikkan Harga Masker

Terkait Corona, Petugas Kesehatan di Sumut Diminta Siap dan Masyarakat Tidak Panik

* Ketua DPRD Sumut Imbau Warga Tetap Waspada, Tidak Perlu Borong Sembako
Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 09:29 WIB
505 view
Terkait Corona, Petugas Kesehatan di Sumut Diminta Siap dan Masyarakat Tidak Panik
Foto SIB/Dok
RAPAT: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah didampingi Sekdaprov Sumut R Sabrina dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pencegahan dan
Medan (SIB)
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah meminta semua petugas kesehatan yang ada di Sumut senantiasa siap dalam menghadapi penyebaran coronavirus atau Covid-19 di daerah ini. Masyarakat juga diminta tidak panik dan bertindak berlebihan dalam menanggapi penyebaran virus ini.

Sebagaimana diketahui pada 2 Maret 2020 pemerintah secara resmi mengumumkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi Covid-19. Kedua WNI ini bertempat tinggal di Depok Jawa Barat dan diduga kuat terinfeksi Covid-19 dari warga Jepang yang berkunjung ke Indonesia.

Kasus WNI pertama yang terjangkit Covid-19 di wilayah Indonesia ini segera direspons Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk meminimalisir virus ini sampai ke Sumut. Selain itu, Pemprov Sumut juga memastikan fasilitas-fasilitas kesehatan telah siap jika menemukan pasien positif Covid-19.

“Kita tentu tidak ingin ada warga kita yang terinfeksi Covid-19. Tetapi bila ada maka kita harus selalu siap menanganinya. Tadi di rapat kita sudah membahas apa-apa saja yang perlu kita lakukan soal Covid-19 ini dan untuk membuat kita siap, kita akan melakukan pelatihan-pelatihan petugas kesehatan dalam menangani pasien terduga terinfeksi Covid-19. Jadi mereka (petugas) tahu apa yang harus dilakukan,” kata Musa Rajekshah usai rapat Penanggulangan dan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19 di Aula RIS Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (3/3).

Sampai saat ini rumah sakit rujukan untuk pasien terduga terinfeksi Covid-19 adalah RSU Adam Malik yang memiliki 11 kamar isolasi. Selain itu, ada juga rumah sakit penyangga seperti RSU Haji dan RS Polda Sumut.

Menurut Musa Rajekshah ini akan terus dievaluasi untuk memastikan beberapa rumah sakit di Sumut siap bila terdapat kasus pasien terinfeksi Covid-19. “Sampai saat ini yang sudah pasti ada 20 ruang isolasi dan bila nanti dibutuhkan lebih banyak maka kita akan koordinasi lagi dengan rumah sakit lainnya. Begitu juga dengan peralatan-peralatan yang dibutuhkan seperti Alat Pelindung Diri (APD) yang diturunkan langsung dari kementerian,” tambah Musa Rajekshah.

Selain kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, Musa Rajekshah juga menekankan agar masyarakat tidak panik dan tidak memanfaatkan keadaan ini untuk mencari keuntungan pribadi. “Dari laporan yang saya dapat ada lonjakan harga masker di daerah kita dan masyarakat juga mulai memborong kebutuhan-kebutuhan pokok. Saya rasa ini berlebihan dan kami juga meminta kepada Polda Sumut bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut untuk melacak pedagang-pedagang yang menaikkan harga masker secara tidak masuk akal atau bahan-bahan makanan,” tambahnya.

Dia juga mengimbau jangan ada oknum yang mencoba untuk menimbun masker. Sebab masker penutup mulut dan hidung ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai antisipasi upaya pencegahan virus ataupun bakteri.

Menurut dia, di beberapa daerah masker ini sudah langka. Selain langka, harga jualnya juga terbilang tinggi. Dirinya tidak ingin perihal ini terjadi agar masyarakat dapat terbantu.

Selain masker, dia juga menyoroti kepada pedagang atau distributor bahan pangan jangan melakukan penimbunan. Karena penimbunan ini akan sangat merugikan masyarakat. Di mana kelangkaan bahan pangan akan menjadi masalah baru bagi pemerintah untuk upaya pencegahan virus Corona ini. "Kita juga meminta kepada seluruh distributor jangan menimbun bahan pangan dan kepada masyarakat jangan sekaligus memborong seluruh bahan pangan," katanya.

Pria yang akrab disapa Ijeck ini juga meminta kepada seluruh jajaran agar segera melakukan pemantauan gudang-gudang penyimpanan bahan pangan. Lalu bila perlu datangi pasar-pasar tradisional, untuk memantau perkembangan yang ada. "Kita akan segera minta bentuk tim agar dapat memantau bahan pangan," jelasnya.

Ijeck mengharapkan di Sumut tidak ada warga yang terkena virus Corona. Bagi wisatawan internasional juga harus dilakukan pemantauan ketat melalui bandara dan pelabuhan yang ada. "Kita harapkan jangan ada masyarakat Sumut terkena ataupun tertular virus ini dengan menjaga kesehatan bersama," ucapnya.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan Pri Agung AB mengatakan, sampai saat ini Sumut cukup berhasil menekan masuknya Covid-19 meskipun sangat dekat dengan negara yang terjangkit seperti Singapura dan Malaysia. Walau begitu, pengamanan akan ditambah dengan pemasangan thermal scanner di terminal domestik baik di pelabuhan dan juga bandara.

“Kita akan tambah thermal scanner di terminal-terminal domestik karena sekarang kasus terinfeksi Covid-19 ada dalam negeri kita. Namun, yang sulit mungkin dari angkutan darat karena pintu masuknya sangat banyak. Kita akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit mengatakan, masyarakat harus tahu cara pencegahan tertular Covid-19 seperti sering mencuci tangan, menjaga kesehatan tubuh, makan-makanan bergizi dan olahraga. “Masyarakat harus tahu cara mencegah terinfeksi virus ini seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh muka, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makanan-makanan bergizi dan olahraga dan tentu hindari berpergian ke negara yang terjangkit,” tambahnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Sekdaprov Sumut R Sabrina, Direktur RS USU Syah Mirsya Warli, Kepala Dinas Kesehatan se-Sumut, kepala rumah sakit, Forkopimda, BIN, otoritas Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II dan OPD terkait.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting mengimbau masyarakat Sumut tetap waspada terhadap penyebaran virus corona (covid-19) yang sudah masuk ke Indonesia dan jangan panik atau takut berlebihan, sehingga memborong Sembako (sembilan bahan pokok) maupun masker.

“Kita imbau semua warga waspada dan jangan termakan isu hoaks virus corona, sehingga menimbun barang-barang apalagi sembako dan lainnya, karena situasinya tidak separah yang dibayangkan,” kata Baskami Ginting kepada wartawan, Selasa (3/3) ketika dihubungi melalui telepon di Jakarta.

Politisi PDI Perjuangan itu minta agar masyarakat percaya kepada pemerintah dalam penanganan kasus corona ini, meski saat ini sudah dua orang yang dinyatakan positif dan ratusan lainnya dari berbagai daerah sedang dalam pengawasan. “Kita percaya saja pemerintah dapat mengatasi itu, jangan membuat spekulasi. Nanti efeknya ke kita juga,” katanya.

Anggota dewan Dapil Medan berharap warga Indonesia khususnya Sumut lebih waspada dengan melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular virus mematikan tersebut. Di antaranya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang flu, dan menghindari aktivitas keramaian.

Terkait langkanya masker di apotek maupun minimarket dan tingginya harga masker saat ini, Baskami menegaskan jangan ada orang yang mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat. Harusnya ada gerakan bagi-bagi masker kepada warga, namun malah dimanfaatkan sejumlah pihak tak bertanggung jawab dengan menjual masker dengan harga yang tak masuk akal.

Tingkatkan Pengawasan
Selain itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra Ari Wibowo meminta Pemprov Sumut lebih meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk dan lalu lintas orang dan perdagangan di wilayah Sumut, hal ini mengingat sudah ada WNI yang dinyatakan positif Covid-19.

"Akses keluar masuk orang dan perdagangan terutama pada wilayah-wilayah perbatasan di Sumut, harus lebih diperketat lagi penjagaannya dari sekarang, termasuk Bandara Kualanamu Internasional dan pintu masuk Pelabuhan Belawan dan lainya, agar ditempatkan tim medis untuk mendeteksinya," tandas Ari Wibowo.

Begitu juga pihak otoritas bandara, pelabuhan dan spot-spot lain di wilayah perdagangan yang berada di perbatasan Sumut agar tetap maksimal memeriksa setiap orang yang keluar masuk. Jangan sampai virus Corona ini lolos masuk Sumut. Semua pihak harus ikut mengantisipasinya.(M11/M03/c).

SHARE:
komentar
beritaTerbaru