Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Kemenkes Terima 155 Spesimen Disinyalir Corona dari 35 RS di 23 Provinsi

* Seorang Pasien RSUD Depok Dirujuk ke RSPI Sulianto Suroso
Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 09:43 WIB
210 view
Kemenkes Terima 155 Spesimen Disinyalir Corona dari 35 RS di 23 Provinsi
Foto: Ant/Akbar Nugroho Gumay
MENJELANG OBSERVASI: Anggota TNI menurunkan makanan dari LCU KRI Semarang di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (3/3). 
Jakarta (SIB)
Kementerian Kesehatan menyebut ada 155 spesimen yang diperiksa terkait virus Corona. Sejauh ini, dari 155 spesimen tersebut baru 2 spesimen yang positif virus corona.

Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, 155 spesimen tersebut dikirim dari 35 rumah sakit di 23 provinsi di Indonesia. Data diambil per 2 Maret 2020 pukul 18.00 WIB. Dari 155 spesimen itu, sebanyak 2 orang dinyatakan positif.

"Dari 155 spesimen itu sudah confirm dengan beberapa pengecekan diulang, 2 positif, yang sedang kita rawat," ujar Achmad di Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (3/3).

Dikatakan Ahmad, masih ada 4 spesimen yang terus diperiksa berulang-ulang. Kementerian Kesehatan masih memastikan status 4 spesimen tersebut.

"4 Ini masih kita konfirmasi ulang. Sisanya yang lain negatif," ujar Achmad.
Selain itu, Achmad mengatakan, 188 ABK Kapal World Dream sudah selesai diperiksa dan hasilnya negatif.
"Sementara yang di Diamond Princesss, 69 spesimen yang kita terima, kita masih melakukan pendalaman di 2 yang belum. Jadi 67 yang sudah jelas negatif. Proses pengulangan ini kita kerja sama untuk memberikan second opinion," ujarnya.

Dirujuk
Sementara itu, seorang pasien di RSUD Depok dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, pagi kemarin. Pasien tersebut diduga suspect virus Corona.

"Ya, tadi ada yang geser ke sana (RSPI Sulianti Saroso)," kata Humas RSUD Depok Setya Hadi saat dihubungi, Selasa (3/3). Hadi menjawab, saat ditanya apakah ada pasien suspect Corona yang dibawa ke RSPI Sulianti Saroso.
Pasien berjenis kelamin laki-laki itu dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso sekitar pukul 10.00 WIB. Pasien tersebut mengeluhkan gejala-gejala yang mirip virus Corona sehingga langsung dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.
"Ya biasa (gejala) ada demam, batuk-pilek," kata Hadi.

Pasien tersebut datang ke RSUD Kota Depok pada pukul 10.00 WIB pagi. Pasien tersebut belum sempat dirawat di RSUD Depok.
"Baru, orang pagi datang langsung (dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso)," imbuhnya.

Disebutkan, pasien tersebut diketahui baru pulang dari China.
"Ada riwayat kunjungan ke China sebulan lalu. Dia pulang dari sana," kata Hadi Setya .

Pihak rumah sakit juga sempat menanyakan riwayat pasien tersebut apakah pernah bepergian ke luar negeri dalam waktu dekat. Setelah mendapatkan informasi dari pasien tersebut, pihak RSUD Depok selanjutnya berkoordinasi dengan RSPI Sulianti Saroso.
"Nggak langsung dibawa ke sana, tapi koordinasi dulu kan kita dari RSPI-nya. Nah kemudian dirujuk," tuturnya.

Lebih lanjut Hadi mengatakan pasien tersebut bukan warga Depok. Pasien tersebut tercatat sebagai warga Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kalau sesuai KTP sih bukan (warga Depok), Jakarta. Sesuai KTP ya, alamat di KTP sih Kemayoran," tutur Hadi.
Sebelumnya, sudah ada 2 warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Kedua korban adalah ibu dan anak, yang tinggal di Perumahan Studio Alam Indah, Kota Depok.

Korban sang anak berusia 31 tahun diduga tertular virus Corona setelah ikut dansa di klub Paloma, Jakarta Pusat. Kemudian sang ibu tidak sengaja tertular oleh sang anak.

Saat ini keduanya masih dirawat di ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso. Kemenkes menyebut kondisi keduanya sudah mulai membaik.

2 Diperiksa Ulang
Selain itu, Kemenkes juga telah memeriksa 69 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Hasilnya, 67 orang negatif virus Corona.

"Jadi 69 untuk Diamond Princess ini kita sudah selesaikan 67, hasilnya negatif," ujar juru bicara pemerintah terkait virus Corona, Achmad Yurianto, di kantor Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Namun, Achmad mengatakan tersisa dua orang yang harus diperiksa ulang. Pengecekan ini akan dilakukan dengan metode berbeda dari cara sebelumnya.

"Ada dua yang harus kita ulang lagi hasilnya, dengan metode yang beda supaya betul-betul akurat," kata Achamd.
Achmad menyebut pemeriksaan harus dilakukan secara teliti. Hal ini karena tidak boleh adanya ralatan penetapan status seseorang.
"Kita tidak punya kesempatan lagi untuk meralat kasus yang positif dibilang negatif itu nggak ada, nggak boleh ralat ralatan oleh karena itu harus betul-betul teliti," tuturnya. (detikcom/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin